counter

Info Haji

2 haji asal Madiun meninggal di Mekkah

2 haji asal Madiun meninggal di Mekkah

Ilustrasi - Bupati Madiun Ahmad Dawami saat memberangkatkan 440 calon haji asal Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno, pada Sabtu 6 Juli 2019.(Antara/Humas Pemkab Madiun)

Keluarga tentu khawatir. Namun, karena ibu sudah niat berhaji, maka sudah tidak bisa melarangnya. Sebelum berangkat dulu juga sudah saya minta untuk terapi, tapi beliaunya menolak
Madiun (ANTARA) - Sebanyak dua di antara 440 haji asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji pada 2019.

"Kami dapat informasi ada dua jamaah haji Kabupaten Madiun meninggal dunia karena kelelahan. Sesuai prosedur akan dimakamkan di Mekkah," ujar Kasi Pelaksana Haji Kemenag Kabupaten Madiun M. Basid di Madiun, Kamis.

Sesuai data, dua haji tersebut Misilah, warga Desa Kepet, Kecamatan Dagangan yang meninggal pada 1 Agustus dan Suprapti, warga Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari yang meninggal dunia di Mekkah pada 13 Agustus 2019 waktu setempat.

Sesuai kabar, lanjut Basid, kedua haji itu meninggal akibat kelelahan, usai lempar jumrah. Padatnya jamaah serta kondisi cuaca yang mungkin berbeda dengan tahun sebelumnya, membuat daya tahan tubuh para jamaah menurun.

Selain itu, kedua haji diketahui telah berusia lanjut dan memiliki sejumlah riwayat penyakit saat berangkat berhaji dari Tanah Air.

Kondisi haji yang telah sakit dibenarkan oleh anak almarhum Suprapti, Sudarwati.

Ia mengatakan bahwa Suprapti, perempuan berumur 72 tahun tersebut diketahui memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi, serta TBC yang sudah proses penyembuhan.

Sebelum ibundanya berangkat menunaikan ibadah haji, kata dia, sudah terlihat tanda-tanda dan ditambah dari sisi usianya yang tergolong lansia serta memiliki riwayat sakit yang sensitif.

"Keluarga tentu khawatir. Namun, karena ibu sudah niat berhaji, maka sudah tidak bisa melarangnya. Sebelum berangkat dulu juga sudah saya minta untuk terapi, tapi beliaunya menolak," kata dia.

Meski sedih, katanya, keluarga telah ikhlas dan bisa menerima. Almarhum Suprapti berhaji bersama suaminya, Ismun, yang hingga kini masih berada di Tanah Suci.

Data Kantor Kementerian Kabupaten Madiun, jumlah jamaah calon haji yang berangkat pada 2019 mencapai 440 orang, terdiri atas laki-laki 202 orang dan perempuan 238 orang.

Dengan adanya dua anggota jamaah yang meninggal dunia itu, jumlah haji yang rencananya pulang bersama rombongan mencapai 438 orang.

Sesuai rencana, jamaah haji asal Kabupaten Madiun sampai Indonesia pada Senin (19/8) . Saat ini, ibadah wajib mereka sudah diselesaikan.

Baca juga: Daftar tunggu haji di Madiun hingga 2039
Baca juga: 50 calon haji asal Madiun batal berangkat
Baca juga: Jamaah haji tertua Madiun meninggal di Mekkah

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

189 jamaah haji asal Kota Madiun tiba di kampung halaman

Komentar