Sleman (ANTARA) - Pelatih Tim tuan rumah PSS Sleman, Seto Nurdiyantara mengaku tetep bersyukur meski hanya mengemas satu poin di kandang saat meladeni tim tamu Persela Lamongan pada pertandingan pekan ke 14 Shopee Liga I di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis malam.

Poin satu tersebut dikantongi PSS Sleman setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit pertandingan.

"Tetep harus disyukuri, meksi hanya meraih satu angka," kata Seto saat jumpa pers seusai laga.

Menurut dia, pemain asuhannya sudah bermain maksimal. Namun Persela Lamongan juga bermain sangat bagus.

"Sebenarnya dari awal saya sudah mengingatkan pemain. Persela merupakan tim yang bagus. Hasil ini tatap patut disyukuri," katanya.

Seto mengatakan, dirinya heran kenapa dalam pertandingan tersebut para pemainnya begitu mudah terkena kartu, bahkan pemain belakang impor Alfonso De La Cruz harus keluar lapangan pada menit 60 akibat akumulasi dua kartu kuning.

"Ini yang menjadi catatan saya, dan PR bagi saya. Meskipun saya tahu bahwa sebenarnya para pemain tidak terlalu emosional. Namun kenyataannya banyak mendapat kartu," katanya.

Ia mengatakan, harapannya pada pertandingan selanjutnya para pemain, terutama pemain di lini belakang bisa lebih sabar dan santai.

"Kita mencuri gol dari serangan balik," katanya.

Seto dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada kelompok suporter PSS Sleman yakni Brigata Curva Sud (BCS) yang melakukan penggalangan dana untuk bonus para pemain PSS.

"Terimakasih sekali karena telah terkumpul dana untuk bonus pemain total sekitar Rp200 juta," katanya.

Ia mengatakan, meski selama ini untuk masalah bonus ini dirasa masih memprihatinkan, namun dirinya bangga hal tersebut tidak mempengaruhi para pemain.

"Ini semua karena pemain, dan PSS bisa sampai seperti saat ini adalah karena kemauan pemain," katanya.

Tim PSS Sleman yang hanya bermain dengan 10 pemain menahan imbang tim tamu Persela Lamongan dengan skor 1-1.

Kedudukan imbang 1-1 pada babak pertama, tidak berubah pada babak kedua. Kedua tim gagal menambah gol sepanjang babak kedua.

Meski kedua tim saling melakukan serangan dan beberapa kali menciptakan peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Pada menit ke 60, pemain belakang PSS Sleman harus lebih dahulu menepi dan berganti baju setelah mendapatkan kartu merah.

Pada babak pertama pertandibgan berakhir 1-1, tuan rumah PSS Sleman unggul terlebih dahulu 1-0, setelah pada menit 21 striker PSS Yevhen Bokhashvili sukses mengeksekusi penalti.

Wasit Asep Yandis dari Jawa Barat memberikan penalti setelah pemain belakang Persela Lamongan handsball.

Yevhen Bokhashvili yang mendapat tugas melakukan eksekusi penalti, sukses menceploskan bola ke gawang Persela Lamongan, setelah tembakan kerasnya gagal diantisipasi penjaga gawang Persela Lamongan Dian Agus Prasetyo dan mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk kemenangan PSS Sleman.

Namun kemenangan tuan rumah ini tidak berlangsung lama, karena pada menit ke 29, tim tamu Persela Lamongan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol penyama Persela Lamongan ini dicetak pemain belakang Persela Lamongan Moch Zaenari berhasil memanfaatkan service tendangan bebas dari legiun asing Persela Lamongan Rafael Gomes Oliveira.

Tendangan bebas dari luar kotak penalti tersebut langsung mengarah di depan gawang PSS Sleman.

Penjaga gawang PSS Sleman Ega Rizky Pramana sempat berusaha mengantisipasi datangnya bola, namun upayanya gagal dan bola langsung mengarah ke pemain Persela Moch Zaenari. Mendapat bola liar tersebut Moch Zaenari langsung mengarahkan tendangan ke gawang PSS Sleman dan gagal diantisipasi Ega Rizky, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Sedangkan pada babak kedua, tidak ada satu gol pun yang berhasil diciptakan oleh kedua tim.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, kedua tim tetap bermain imbang 1-1.

Baca juga: PSS Sleman taklukkan Perseru-Badak Lampung 2:0

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2019