Jambi (ANTARA) - Direktur Perkumpulan Hijau, Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi, Fery Irawan, menyesalkan di Provinsi Jambi masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dinilai pemerintah daerah gagal mengantisipasi terjadinya karhutla pada tahun ini.

"Saya menilai pemerintah daerah telah lalai dalam mengelola lahan gambut ini, artinya yang dibentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) itu gagal, karena sudah ada api yang seharusnya tidak terjadi kebakaran lahan gambut seperti saat ini," kata Fery Irawan, di Jambi Jumat.

Ia mengatakan kebakaran yang terjadi sekarang sulit dipadamkan apinya itu terjadi pada lahan gambut sehingga membuat petugas Satgas Karhutla kesulitan untuk memadamkan api.

Fery menyatakan pesimis lahan gambut yang terbakar pada musim kemarau yang terjadi saat ini bisa cepat dipadamkan karena persoalannya mampu apa tidak memadamkan api di lahan gambut karena gambut itu sudah rusak dari sebelumnya.

Menurutnya, salah satu caranya untuk mengantisipasi kebakaran tidak meluas di lahan gambut dengan cara pembasahan total dan perendaman lokasi tersebut dengan air dan kita saat ini tidak bisa menyalahkan tim Satgas Karhutla yang setiap hari memadamkan api di lokasi, karena tugas mereka pas ada kebakaran baru diturunkan maka seharusnya sebelum terjadi kebakaran itu dikelola lahannya dengan benar.

Selanjutnya, dia menyontohkan agar adanya kebijakan di sektor gambut karena yang merusak gambut adanya faktor kekeringan-kekeringan. Harusnyo BRG, pihak perusahaan dan gubernur bisa mengelola lahan gambut itu sehingga harusnya ada komitmen bersama dalam bentuk kerja dari gubernur.

Dengan adanya kejadian ini, BRG pada 2016 telah menggelar Joint Symposium soal Merestorasi Gambut Indonesia, di Ruang Rimbawan 1, Manggala Wanabakti. Kegiatannya saat itu, dimaksudkan untuk memperkuat komitmen 11 Perguruan Tinggi dan Pemimpin Daerah yang ada di wilayah daerah rawan kebakaran lahan dan gambut.

Saat itu, katanya, secara konkret komitmen mereka telah disepakati bersama dalam MoU yang telah ditandatangani sebagai keseriusan mereka untuk berkontribusi secara nyata merestorasi gambut di wilayahnya masing-masing.

Ironisnya, sejak awal tahun kemarin sudah ada peringatan dari BMKG Jambi yang menyatakan akan adanya kemarau panjang sehingga seharusnya semua pihak sudah hati-hati karena lahan gambut itu kalau sudah kering akan mudah terbakar.

Fery juga sangat setuju dengan sikap mantan Gubernur Jambi Zumi Zola yang akan merekomendasikan untuk dicabut izin perusahaannya jika kawasan lahannya masih terbakar.

"Presiden juga sudah membentuk BRG untuk mengatasi kebakaran di gambut yang seharusnya dikasih kewenangan penuh, jangan hanya jadi tameng dan untuk melepaskan tanggungjawab bila terjadi kebakaran di lahan gambut, sementara kewenangannya masih tetap di Kementerian LHK," kata Fery Irawan.

Baca juga: Dansatgas: Lahan gambut di Jambi masih menyimpan bara api
Baca juga: Sebagian sebaran api ikuti jalur perumpukan kayu di lokasi karhutla
Baca juga: BRG bangun 50 sumur bor di lahan gambut Tanjung Jabung Timur



 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Masnun
Copyright © ANTARA 2019