Di Penajam Paser Utara terpantau empat titik panas

Di Penajam Paser Utara terpantau empat titik panas

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Nurlaila. (FOTO ANTARA/Novi Abdi)

Seluruh personel disiagakan antisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Penajam Paser Utara
Penajam (ANTARA) - Sedikitnya empat titik panas atau "hot spot" terpantau di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sehingga warga diminta mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila saat ditemui di Penajam, Jumat mengatakan, hingga saat ini terdapat empat titik panas berisiko tinggi terjadi kebakaran.

Mayoritas titik panas yang terpantau tersebut berada di wilayah Lawe-Lawe, Girimukti dan Sepaku, sehingga masyarakat diminta selalu waspada terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyiagakan kekuatan penuh personel mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah itu.

"Seluruh personel disiagakan antisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Penajam Paser Utara," ujar Nurlaila.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dalam satu hari menjadwalkan dua regu piket berjaga di posko untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan.

Pesonel juga disiagakan berjaga di gudang Pusat Pengendalian Operasi atau Pusdalops BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara di kilometer empat Kelurahan Nenang.

"Potensi kebakaran hutan dan lahan saat ini semakin tinggi, khususnya di wilayah lahan gambut dan hutan," katanya.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak membakar sampah sembarangan, serta membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

"Seperti di kelurahan Pantai Lango, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran yang tidak diawasi," katanya Nurlaila.

Masyarakat dan perusahaan diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan apalagi tanpa pengawasan, sebab dampaknya cukup luas termasuk merusak ekosistem hewan di sekitar, demikian Nurlaila.

Baca juga: 14 titik panas terpantau di Penajam

Baca juga: Kebakaran hanguskan empat hektare lahan di Penajam

Baca juga: BENCANA ASAP - Satelit Terra deteksi 333 titik panas di Kaltim

Baca juga: Satelit NOAA deteksi 18 titik panas Kaltim

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Sumut antisipasi dampak karhutla dengan pembagian masker

Komentar