counter

Soal intimidasi, polisi tanyakan kejelasan pelaku

Soal intimidasi, polisi tanyakan kejelasan pelaku

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ANTARA/Dyah Dwi/pri (Dyah Dwi)

Makanya yang mengintimidasi siapa, jelas tidak dia anggota polisi
Jakarta (ANTARA) - Polri mempertanyakan kejelasan oknum personel kepolisian pelaku intimidasi terhadap wartawan peliput kegiatan buruh yang akan berunjuk rasa di depan gedung parlemen.

"Makanya yang mengintimidasi siapa, jelas tidak dia anggota polisi, dinasnya jelas tidak, pakaian dinasnya jelas tidak," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, apabila wartawan televisi, cetak maupun daring mendapat tindakan intimidasi, dapat melapor kepada komandan yang berada di lapangan atau senior yang bertanggung jawab.

Sementara untuk mengungkap pelaku dugaan intimidasi terhadap wartawan, pihaknya akan mendalami terlebih dulu.

"Ya nanti kami dalami dulu siapa orang-orang itu, tetapi kan tidak pakai pakaian dinas, pakaian dinas pun masih didalami juga," ucap Dedi Prasetyo.

Baca juga: Polisi intimidasi wartawan saat amankan rencana aksi unjuk rasa

Sementara terkait pengadangan buruh ke Jakarta saat sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), ia menampiknya karena personel Polda Metro Jaya telah melakukan antisipasi.

"Saya tadi malam kordinasi dengan jajaran Polda Metro belum ada informasi seperti itu," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Antara, beberapa jurnalis terintimidasi oleh polisi, salah satunya jurnalis dari SCTV saat merekam video menggunakan gawainya dipukul oleh personel polisi sehingga terpental jatuh di depan Stasiun TVRI.

Begitu pula dengan jurnalis dari Vivanews, saat merekam polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa buruh menggunakan gawainya.

Kemudian, wartawan foto Bisnis Indonesia, Nurul Hidayat, pun mendapatkan perlakukan yang sama, ketika sedang mengabadikan para buruh yang diamankan ke dalam mobil tahanan oleh polisi, foto tersebut diminta polisi untuk dihapus.

Baca juga: Jusuf Kalla serahkan kasus intimidasi wartawan kepada hukum

Wartawan foto dari Jawa Pos, Miftahul, mendapatkan perlakukan yang lebih parah dari anggota polisi ketika mengabadikan para demonstran yang dibawa masuk ke dalam mobil tahanan di depan gedung TVRI.

"Saya ditarik bajunya, dihapus fotonya," kata Miftah.

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Metro Jaya terjunkan 750 petugas dukung sistem ganjil genap

Komentar