Menperin usul DMO batubara dicabut demi substitusi impor elpiji

Menperin usul DMO batubara dicabut demi substitusi impor elpiji

Ilustrasi - Aktivitas pengangkutan batubara menggunakan kereta.

Tanpa DMO dihapus, maka industri DME tidak ekonomis
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengusulkan kebijakan kewajiban pasokan ke pasar domesrik (domestic market  obligation/DMO) batubara dicabut untuk lebih menumbuhkan proyek gasifikasi menjadi dimetil eter (DME) sebagai  susbtitusi impor elpiji.

“Tanpa DMO dihapus, maka industri DME tidak ekonomis. Kalau tidak ekonomis, tidak ada industri masuk,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, produksi DME tergantung pada DMO batubara, dengan biaya produksinya akan lebih ekonomis jika DMO untuk listrik itu dihapus.

"Kalau tidak ekonomis, pilihannya kan kita tetap impor elpiji, sementara industri DME tidak bisa terbangun. Maka, kita tidak ada program substitusi impor, padahal Presiden Jokowi mintanya kan ada substitusi impor," jelas Airlangga.

Airlangga menambahkan, usulan ini masih akan dikaji lebih dalam dengan pihak-pihak yang bersangkutan.

"Lagi akan dibahas, apakah bentuknya peraturan presiden atau yang lain. Ini sedang dalam kajian," pungkas Airlangga.

Baca juga: Kuota batu bara 2019 dipatok 25 persen
Baca juga: Pabrik hilirisasi batu bara jadi DME kurangi impor LPG
Baca juga: Bukit Asam-Pertamina canangkan pembangunan pabrik hilirisasi batubara


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar