counter

Indonesia ikut pameran hasil hutan bukan kayu di Malaysia

Indonesia ikut pameran hasil hutan bukan kayu di Malaysia

Rotan, komoditas hasil hutan nonkayu. ANTARA/Ampelsa

DiikutiĀ enam negara yaitu Indonesia, Filipina, Laos, Kamboja, Nepal dan Malaysia
Putussibau, Kalbar (ANTARA) -
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum ( Tana Bentarum) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mewakili Indonesia ikut dalam pameran hasil hutan bukan kayu atau non timber forest product (NTFP) di Waterfront Kuching, Sarawak, Malaysia.
 
"Ada beberapa negara yang mengikuti pameran tersebut dan balai besar Tana Bentarum mewakili Indonesia dengan mendapatkan undangan khusus dari Kerajaan Sarawak Malaysia," kata Kepala Balai Besar Tana Bentarum Kapuas Hulu Arief Mahmud saat dihubungi ANTARA di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu,  Kalimantan Barat, Jumat.
 
Dikatakan Arief, pameran tingkat internasional itu dilaksanakan 12-22 Agustus 2019 dan diikuti enam negara yaitu Indonesia, Filipina, Laos, Kamboja, Nepal, dan Malaysia sebagai tuan rumah.
 
Menurut dia, Balai Besar Tana Bentarum Kapuas Hulu sudah sejak 2018 lalu mengikuti pameran serupa, yang memamerkan produk-produk masyarakat di dalam maupun sekitar kawasan taman nasional.
 
"Produk dari masyarakat sekitar kawasan Tana Bentarum memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara lain. Permasalahan yang sering muncul adalah pemasaran, diharapkan dengan mengikuti pameran ini masalah tersebut bisa teratasi," ucap Arief.
 
Dirinya pun berharap pemerintah lebih meningkatkan lagi pembukaan jaringan pemasaran antarnegara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
Sementara itu, Direktur Jabatan Hutan Sarawak Encik Hamden Bin Haji Mohammad menyampaikan kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk-produk hasil hutan bukan kayu di negeri Malaysia dan membangun jaringan pemasarannya baik di dalam maupun luar negeri.
 
Dikatakan dia, selain membuka jaringan penting juga memperkuat kerja sama dengan aplikasi dagang online seperti Shopee, Lazada, dan lainnya.

Baca juga: Menteri LHK: Luas indikatif hutan adat mencapai 574.119 hektare
Baca juga: Palu miliki dua kampung wisata pascabencana gempa

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar