Libya kembali operasikan bandara selatan sejak ditutup 2014

Libya kembali operasikan bandara selatan sejak ditutup 2014

Ilustrasi seorang anggota militer bersenjata berjalan di gedung terminal yang lengang dari Bandara Internasional Tripoli beberapa waktu lalu. Bentrokan terjadi antara militan Libya bermusuhan di bandara setelah pria bersenjata yang marah mengendarai truk pickup menuju tarmac dan mengelilingi pesawat, memaksa bandara membatalkan penerbangan. (REUTERS/Ismail Zitouny)

Benghazi (ANTARA) - Libya kembali mengoperasikan bandara udaranya di kota utama Sebha di bagian selatan negara itu, yang ditutup sejak Januari 2014 karena masalah keamanan, menurut keterangan penduduk.

Mereka menyebutkan penerbangan komersial mendarat dari kota utama Benghazi di wilayah timur.

Baca juga: Pelabuhan Benghazi di Libya dibuka lagi setelah tiga tahun

Libya Selatan diselimuti rasa ketidakamanan dan kerusuhan yang lebih parah dibanding negara Afrika Utara lainnya sejak Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011, kendati keamanan di Sebha lebih kondusif daripada di daerah lain di kawasan miskin tersebut.

Di Kota Murzuq sebelah barat Sebha, sedikitnya 90 orang tewas dan 6.500 orang lainnya terlantar sejak pertempuran antar suku yang berbeda meletus pada Agustus, menurut PBB.

Baca juga: Bandara Mitiga Libya kembali beroperasi setelah dihantam misil

Baca juga: Bentrokan terjadi antara militer dan gerilyawan di Benghazi


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar