Artikel

Round up - Pesan-pesan di Hari Kemerdekaan

Round up - Pesan-pesan di Hari Kemerdekaan

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersiap mengibarkan Bendera Merah Putih saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta (ANTARA) - Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan masyarakat di seluruh penjuru tanah air dengan upacara dan berbagai macam perayaan untuk menyemarakkannya, pada Sabtu.

Berbagai pesan-pesan telah disampaikan, baik dari Presiden, ketua Partai Politik, Kepala Daerah serta tokoh-tokoh nasional dalam mengenang perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan Indonesia untuk mewujudkan tema HUT Kemerdekaan pada tahun ini "SDM Unggul Indonesia Maju".

Presiden Joko Widodo sesaat sebelum dimulainya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, menyampaikan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berada di atas segala-galanya.

"Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah segala-galanya, jangan sampai dikorbankan yang namanya keutuhan NKRI karena pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden, keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting," kata Jokowi.

Ia pun berpesan dalam pemerintahannya yang kedua yaitu pada 2019-2024 ia akan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

"Dimulai dari bayi di dalam kandungan yang harus bagus nutrisinya bagus gizinya, begitu lahir dan juga memperhatikan berkaitan dengan gizi dan nutrisi tapi yang paling penting sejak awal harus dibangun dibentuk namanya karakter, sebab itu budi pekerti menjadi sesuatu yang sangat penting sekali," tegas Presiden.

Nilai-nilai karakter seseorang pun harus dibentuk sejak dini.

"Hal yang berkaitan dengan etika, disiplin, tanggung jawab, yang berkaitan dengan budaya kerja keras, kemandirian harus dibangun sejak awal dan pada tahapan menengah kita harus menyiapkan 'skill' masa kini dan 'skill' masa depan ini penting sekali," ungkap Presiden.

Pembentukan karakter itu pun dilakukan berjenjang hingga tahap pendidikan tinggi.

"Harus jelas sekarang anak masuk pendidikan menengah, apakah masuk ke kejuruan atau keilmuan, itu yang harus kita tata agar bisa dicapai, dan kalau sudah di perguruan tinggi. Target kita adalah mereka bisa berkompetisi di regional dan global, itu di universitas, step-stepnya harus jelas dan ada," jelas Presiden.

Sedangkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut momen peringatan kemerdekaan kemerdekaan Indonesia tahun ini untuk membangkitkan kembali semangat kemandirian sebagai bangsa besar.

"Mari kita bangun sumber daya manusia unggul, sebagai syarat berkemajuan dalam seluruh aspek kehidupan, guna membangkitkan semangat pada kekuatan sendiri," kata Hasto di lokasi upacara peringatan HUT RI ke-74 di Jakarta.

Menurut Hasto, kemerdekaan Indonesia memiliki makna pembebasan dari berbagai blenggu penjajahan sekaligus membangun semangat persaudaraan dunia.

"Hal ini bisa tercapai jika setiap warga negara Indonesia berkualitas serta berdedikasi bagi kemajuan bangsanya," katanya di sela peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar PDI Perjuangan di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hasto menegaskan, ketika semangat juang tersebut dibangun sebagai satu jiwa, satu kehendak, dan satu cara gotong royong untuk memerdekaan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan, maka di situlah semangat merah putih itu menyatukan bangsa.

Diskriminasi dan intoleransi, kata dia, adalah bagian dari bentuk penjajahan, sehingga semangat "one for all, all for one" harus dibangun.

"Kita percaya bahwa Indonesia maju jika sumber daya manusia Indonesia mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta bangga dengan jati diri kebudayaan asli bangsa sendiri," katanya.

Bangsa Indonesia, kata dia, juga harus hadir sebagai bangsa yang berdisiplin, taat hukum, dan memiliki visi bangsa yang jauh ke depan, termasuk semangat membangun persaudaraan dunia yang bebas dari berbagai belenggu penjajahan.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan menjadikan momen hari kemerdekaan Indonesia ke-74 ini untuk mengingatkan kepada semua pihak bahwa Jakarta simbol keberagaman, karena masyarakatnya yang multikultural, suku serta ras yang ada di Indonesia.

"Sejak lama Kota Jakarta telah menjadi simpul percontohan persatuan Indonesia, karena ada masyarakat yang sejak dahulu menyambut dengan terbuka seluruh warga Indonesia dengan kehangatan, menyambut setiap tamu dengan kesetaraan dan keterbukaan. Hal itu telah membuat Kota Jakarta menjadi kota yang ramah bagi semuanya," kata Anies saat sebagai inspektur Upara memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Pulau Reklamasi, Jakarta.

Anies yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara berwarna putih lengkap dengan topinya, menyebut bahwa keberagaman tersebut sudah sejak lama telah terjadi di Jakarta yang akhirnya dilabelkan menjadi kota yang ramah.

Selain itu, Anies juga menekankan dengan kemerdekaan Indonesia yang tidak diraih dalam waktu singkat, diharapkan untuk bisa menjadi inspirasi bagi generasi saat ini dan mendatang dengan merawat persatuan dan kesatuan.

"Karena merdeka adalah untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjalanan tapi awal untuk membangun kemandirian bangsa dalam segala aspek kehidupan yang bertujuan mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk semua, seperti yang dinyatakan oleh Bung Karno: kemerdekaan adalah jembatan emas menuju hari depan yang lebih baik dan cemerlang," ujar Anies.

Anies menambahkan dalam kesempatan upacara kemerdekaan ini, pihaknya menginginkan masyarakat Jakarta terus merajut kebersamaan walau pernah ada perbedaan pandangan dalam pemilu.

"Walau pernah ada perbedaan pandangan pilihan pada masa pemilu kemarin, mari bersama bersatu-padu membangun Indonesia yang lebih maju, yang lebih kuat, yang lebih unggul untuk mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, adil dan makmur," ucap Anies.

Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Korinus Masneno mengatakan momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74 wajib diisi masyarakat daerah ini dengan kerja keras dan bekerja cerdas guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Saat memberi sambutan pada upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Oelamasiberharap masyarakat Kabupaten Kupang dituntut untuk bersikap selektif, efektif dan efisien dalam segala aspek kehidupan demi terwujudnya kehidupan masyarakat sejahtera.

"Pilihan kehidupan semakin banyak apabila tidak tepat bersikap kita akan terseret oleh arus zaman. Kondisi kekinian mengharuskan kita tidak saja dituntut bekerja keras tetapi juga harus bekerja cerdas," tegas Korinus Masneno.

Ia mengatakan, rakyat Kabupaten Kupang perlu dimotivasi untuk mencapai tujuan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

"Rakyat perlu pencerahan dalam berbagai masalah sehingga pemerintah memiliki program jangka panjang, progrm jangka pendek guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera," tegas Korinus Masneno.

Menurut dia, pemerintah akan terus memberdayakan masyarakat sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi sumber daya alam (SDA) yang ada sehingga pada tahun 2025 Kabupaten Kupang menjadi daerah yang maju, mandiri dan sejahtera.

Ia mengatakan, tema HUT Kemerdekaan RI ke-74 yaitu "Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju" selaras dengan Visi Kabupaten Kupang tahun 2019-2024 yaitu menghadirkan generasi pembelajar, generasi sehat, generasi inovatif dalam mewujudkan SDM unggul di Kabupaten Kupang.

"Rakyat Kabupaten Kupang harus memiliki optimisme untuk bisa maju dan keluar dari lilitan kemiskinan yang selama ini masih meliliti sebagian masyarakat daerah ini," kata Korinus Masneno.

Sedangkan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan masyarakat setempat agar terus termotivasi untuk lebih unggul sesuai tema perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia "SDM Unggul Indonesia Maju".

"Daerah kita sesungguhnya kaya, sehingga melalui perayaan HUT Kemerdekaan kali ini, pemerintah maupun seluruh masyarakat NTT harus termotivasi untuk lebih unggul dalam segala hal," katanya di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan keunggulan ini hanya dapat dicapai apabila pemerintah dan masyarakat terus berlari dan melakukan lompatan-lompatan kemajuan.

"Tentunya ini membutuhkan keiklasan, kejujuran, kerja keras, inovasi, keberanian dan ketegasan dalam bertindak," katanya.

Menurutnya, keberanian dan ketegasan dalam bertindak telah ditunjukkan melalui sejumlah kebijakan pemerintah provinsi di antaranya penataan kembali Pekerja Migran Indonesia asal NTT yang telah berada di luar negeri maupun yang akan dikirim ke luar negeri.

Sedangkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan bahwa dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia harus menjadi introspeksi untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

"17 Agustus itu harus menjadi introspeksi kita karena kita sudah mencapai kemerdekaan. Janji kita kan menyejahterahkan rakyat Indonesia menjadi negara adil makmur," ucap Agus di gedung KPK, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa negara yang adil dan makmur itu pasti ditandai dengan pendapatan perkapitanya tinggi, keadilan merata di mana-mana, dan kesenjangan juga sangat kecil.

"Oleh karena itu, untuk mencapai itu kan hari ini belum. Kita masih harus berjuang tetapi saya juga optimis karena kita punya potensi, kita punya SDM dan SDA yang cukup, bahkan SDM kan sebenarnya banyak yang meramalkan kita juga akan mendapatkan bonus. kita harus manfaatkan sebaik-baiknya," tuturnya.

Ia juga menyatakan sependapat dengan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa kita harus mengubah tata kelola, manajemen, dan sistem untuk kemudahan berinvestasi.

"Sebetulnya pesan Presiden betul sekali kita harus mengubah tata kelola, manajemen, sistem bagaimana supaya kemudian orang berinvestasi itu kemudian mudah tidak terhambat karena kita tahu perkembangan itu sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah, investasi, kemudian ekspor yang sangat besar," ujar Agus.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat memimpin apel Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di area PT Freeport Indonesia (PTFI), Papua, mengatakan kemerdekaan bukanlah sekedar anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, namun juga melalui perjuangan panjang yang diperoleh dengan tetesan darah dari para pahlawan bangsa.

"Buah dari perjuangan para pejuang tersebut dapat kita nikmati dan wajib kita pertahankan dan kita kembangkan sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Jonan.

Jonan juga menyampaikan pesan Presiden untuk wajib mengembangkan potensi anak bangsa agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan globalisasi yang berubah dari waktu ke waktu.

"Terus dapat mengembangkan anak bangsa dan berpartisipasi dalam operasi PT Freeport Indonesia baik di Tembagapura atau di lokasi yang lain," pinta Jonan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan momen Hari Kemerdekaan ini sebagai intropeksi untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

"17 Agustus itu harus menjadi intropeksi kita karena kita sudah mencapai kemerdekaan. Janji kita kan mensejahterahkan rakyat Indonesia menjadi negara adil makmur," ucap Agus di gedung KPK, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa negara yang adil dan makmur itu pasti ditandai dengan pendapatan perkapitanya tinggi, keadilan merata di mana-mana, dan kesenjangan juga sangat kecil.

"Oleh karena itu, untuk mencapai itu kan hari ini belum. Kita masih harus berjuang tetapi saya juga optimis karena kita punya potensi, kita punya SDM dan SDA yang cukup, bahkan SDM kan sebenarnya banyak yang meramalkan kita juga akan mendapatkan bonus. kita harus manfaatkan sebaik-baiknya," tuturnya.

Ia juga menyatakan sependapat dengan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa kita harus mengubah tata kelola, manajamen, dan sistem untuk kemudahan berinvestasi.

"Sebetulnya pesan Presiden betul sekali kita harus mengubah tata kelola, manajemen, sistem bagaimana supaya kemudian orang berinvestasi itu kemudian mudah tidak terhambat karena kita tahu perkembangan itu sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah, investasi, kemudian ekpsor yang sangat besar," ujar Agus.

Selain itu, Agus juga mendorong agar ekonomi masyarakat juga digerakkan, salah satunya adalah melalui koperasi.

"Saya tidak bosan-bosannya mendorong bagaimana koperasi dihidupkan supaya petani kita kalau berkumpul dalam koperasi itu mereka menghadapi pasar itu tidak sendiri-sendiri. Kalau mereka berkumpul dalam koperasi mereka menghadapi pasar itu paling tidak punya lebih kekuatan karena mereka berkumpul dalam koperasi," ujarnya.

Baca juga: HUT ke-74 RI, TMII pecahkan rekor dunia

Baca juga: PDIP selenggarakan upacara peringatan HUT Ke-74 RI di Jakarta

Baca juga: Tiga BUMN gelar upacara kemerdekaan di Mempawah



 

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Istana tampilkan talenta muda Indonesia

Komentar