counter

Peringatan HUT Proklamasi di pulau perbatasan Indonesia - Filipina

Peringatan HUT Proklamasi di pulau perbatasan Indonesia - Filipina

Kegiatan TNI dan masyarakat perbatasan Marore (1)

Sulut, Tahuna (ANTARA) - Peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Pulau Marore wilayah perbatasan Indonesia - Filipina, berlangsung meriah dengan berbagai lomba yang melibatkan masyarakat dan anggota TNI.

"Setelah pelaksanaan upacara bendera, kami laksanakan berbagai lomba antara masyarakat dengan TNI yang ada di Pulau Marore, perbatasan Indonesia - Filipina",  kata Mayor Infantri I Komang Suarsa, Danramil Marore di Kepulauan Marore, Sabtu.

Menurut dia, upacara bendera serta lomba dilaksanakan di halaman depan rumah jabatan Camat Kepulauan Marore.
Baca juga: Nuansa "heroik" HUT RI di perbatasan

Berbagai lomba yang dilaksanakan kata dia, Lari lemon tingkat SD dan SMP, makan kerupuk untuk anak SD dan SMP serta lomba tarik tambang dewasa.

Kegiatan di wilayah perbatasan dengan negara Filipina ini berlangsung dengan meriah dihadiri Camat Marore Imelda Lawendatu bersama
10 orang staf, Danramil Marore, Mayor Inf I Komang Suarsa, beserta 6 anggota Babinsa, Kapolsek Marore Iptu Irfan Kasiaheng Beserta 5 anggota, komandan Pos angkatan laut Letda Laut Agus Sutarsono beserta 4 orang Anggota.

Baca juga: Upacara bendera, pos perbatasan RI-Malaysia tutup sementara
Selain itu kata dia, juga hadir komandan Pos Angkatan Darat Marore, Letda CHB Wilson Nampohi beserta 10 anggota, 35 Aparatur sipil negara yang ada di kepulauan Marore,
Perwakilan Navi Filipina Mr Romano, Anggota Imigrasi dan perwakilan Bea cukai Marore, 10 orang Mahasiswa Institut Pertanian Bogor serta tamu dan undangan dan Masyarakat Kampung Marore anak sekolah dari PAUD sampai SMA.

Dia mengatakan, semua kegiatan terlaksana dengan baik dan berlangsung aman.

"Kegiatan dalam rangka HUT proklamasi kemerdekaan berlangsung meriah dan aman," kata dia.
Baca juga: PLN gelar upacara HUT Kemerdekaan RI di perbatasan NTT

Pewarta: Jerusalem Mendalora
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar