counter

Sungai Martapura mulai terkena intrusi air laut

Sungai Martapura mulai terkena intrusi air laut

Sejumlah warga menaiki perahu bermesin (kelotok) untuk menyusuri Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/6/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

daya ini masih kurang untuk melayani pengolahan air bersih untuk 170 ribu pelanggan
Banjarmasin (ANTARA) - Sungai Martapura di wilayah Kota Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalimantan Selatan mulai kemasukan air laut (intrusi) di saat musim kemarau ini, kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Yudha Ahmadi.

Menurut Yudha Ahmadi  di Banjarmasin, Minggu, intrusi air laut yang masuk ke sungai Martapura semakin dalam ke arah hulu sungai yang panjangnya mencapai 36,5 km itu.

"Dalam kontrol kita saat ini intrusi air laut sudah sampai di wilayah Basirih hingga mencapai RK Ilir," tuturnya.

Intrusi atau keasinan tinggi kadar air sungai Martapura, lanjut dia, makin mendekat ke intake pengambilan air baku milik PDAM Bandarmasih di daerah Sungai Buli.

"Atau sekitar dua kilometer saat ini jaraknya dari air sungai Martapura yang mengalami intrusi," papar Yudha.

Jika kemarau terus berlanjut, kata dia, tidak menutup kemungkinan air asin melewati di atas ambang batas yang bisa diolah menjadi air bersih sampai di wilayah pengambilan air baku di Sungai Bilu.

"Maka terpaksa akan ditutup pengambilan air baku di sana, ini sudah pernah terjadi," bebernya.


Baca juga: Warna Sungai Martapura berubah hijau tosca diteliti
​​​​​​​


Menurut dia, kapasitas pengambilan air baku di intake Sungai Bilu tersebut mencapai 500 liter per detiknya.

"Jadi sangat berpengaruh pengolahan air bersih jika sampai terhenti di sana, bahkan bisa mencapai 30 persen, daya distribusinya ke pelanggan bisa berkurang," terangnya.

Ia mengatakan,  jika pengambilan air baku di intake Sungai Bilu tersebut mati, maka PDAM Bandarmasih hanya punya satu sumber lain, yakni, di wilayah Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

"Kalau di intake Sungai Tabuk ini daya sedotnya sekitar 1.700 liter per detiknya, tentunya daya ini masih kurang untuk melayani pengolahan air bersih untuk 170 ribu pelanggan," bebernya.

Dia mengatakan, bahwa PDAM Bandarmasih juga memiliki kesiapan untuk mengantisipasi terjadinya krisis air baku ini, yakni dengan pengambilan air di irigasi dari air sungai di Riam Kanan.

"Kita berharap dalam minggu-minggu ini  terjadi hujan, sehingga bisa mendorong kembali air laut yang masuk ke muara," pungkasnya.


Baca juga: Objek wisata Siring Sungai Martapura akan dikelola profesional
Baca juga: Obor Asian Games 2018 susuri Sungai Martapura
 

Pewarta: Sukarli
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan keramba apung segera dipindahkan ke darat

Komentar