counter

Tantangan Indonesia diusia ke-74 adalah mengelola keberagaman

Tantangan Indonesia diusia ke-74 adalah mengelola keberagaman

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Merry Kolimon (tengah) berpose dengan sejumlah pengemarnya di Kota Kupang. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Kupang (ANTARA) - Tokoh agama di Nusa Tenggara Timur menilai di usia ke-74 ini Indonesia akan semakin banyak menghadapi berbagai macam tantangan salah satunya adalah tantangan mengelola keberagaman bangsa.

"Salah satu isu yang saya pikir perlu mendapatkan perhatian serius Indonesia ketika secara ekonomi kita berkembang maju adalah tantangan untuk mengelola keberagaman," kata Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Merry Kolimon kepada Antara di Kupang, Minggu (18/8).

Hal ini disampaikannya ketika ditanya soal harapan dari tokoh agama di NTT bagi Indonesia yang sudah memasuki usianya ke-74 yang dirayakan pada Sabtu (17/8).

Baca juga: Presiden: Keutuhan NKRI jadi yang terpenting

Ia mengatakan bahwa Indonesia sendiri patut berbangga karena perekonomian Indonesia terus meningkat selama empat tahun terakhir ini.

Bahkan Indonesia saat ini tambah dia bukan lagi disebut sebagai negara miskin di dunia tetapi masuk kategori negara "midlle class".

"Namun di satu sisi seperti yang saya katakan tadi radikalisme dan juga politik berbasis identitas menguat dalam dinamika politik berbangsa dan bernegara," tutur dia.

Baca juga: KPK sebut Jokowi tak lupakan penindakan hukum dalam pidato kenegaraan

Masalah seperti keberagaman itu, kata dia bukan hanya tugas pemerintah, namun juga tugas semua masyarakat di Indonesia.

Karena menurut dia kemajuan secara ekonomi, juga harus disertai dengan komitmen bersama untuk memelihara persatuan dan kesatuan.

"Dengan begitu Indonesia akan menjadi sebuah bangsa dan tetap terus mengupayakan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia," tutur dia.

Baca juga: Presiden Jokowi yakin Indonesia bisa jadi kekuatan ekonomi dunia

Sementara salah satu tokoh masyarakat di NTT, Esthon Foenay mengatakan bahwa di usia Indonesia ke 74 dan dengan tema SDM Unggul menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi ingin membangun SDM Indonesia menghadapi dunia yang terus berkembang.

Di sisi lain kata dia, untuk NTT sendiri sudah sejak lama memiliki pahlawan-pahlawan yang berguna bagi bangsa dan negara.

"Kita bersyukur karena NTT punya nama-nama berpengaruh yang disebut sebagai pahlawan salah satunya adalah Prof Wilhelmus Zakaria Johannes yang menjadi ahli radiologi pertama di Indonesia," tutur dia.

Baca juga: Pengamat nilai pidato Jokowi 'kenegarawanan'

Menurut anak-anak muda NTT harus bisa meneladani para pahlawan dari NTT untuk terus berkreasi dan berinovatif agar bisa berguna tidak hanya bagi daerah tetapi bagi bangsa dan negara.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Jateng:  Tantangan bangsa ke depan semakin besar

Komentar