Pekalongan (ANTARA) - Fortuna sebagai ikon brand agency lokal terbesar di Indonesia mendorong pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor industri batik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memanfaatkan teknologi digital agar bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.

CEO Fortuna AG. Edhi Bawono pada kegiatan "Batik Tiada Batas" di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa era digitalisasi sudah masuk pada aspek kehidupan usaha mulai pemesanan produk, transaksi pembayaran, dan produk sampai ke pelanggan.

"Oleh karena, dengan memanfaatkan teknologi digital maka kerajinan batik bisa dikenal dan dijual ke manapun di pasar dunia," katanya,

Ia mengatakan para pelaku UMKM sudah saatnya memaksimalkan sebuah perubahan (kemajuan teknologi) dengan 'go online' untuk memasarkan produknya dengan bisnis digital.

Kendati demikian, kata dia, untuk bisa memasarkan produk dalam bisnis digital maka pelaku UMKM harus memiliki skill digital branding.

"Sekarang, lebih banyak aspek baru yang perlu dipertimbangkan dalam branding seperti pemilihan platform media sosial yang tepat hingga waktu posting yang optimal di Instagram. Hal ini yang kami mencoba melatih kepada UMKM batik di Pekalongan," katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa pelatihan yang dilakukan oleh Fortuna pada pelaku milineal maka akan dapat membantu UMKM kerajinan batik setempat dapat bersaing di pasar mancanegara.

Pelatihan ini, kata dia, juga searah dengan program Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menargetkan pertumbuhan UMKM "go online' pada tahun ini.

"Kami menyadari potensi kerajinan batik Pekalongan dan melihat bahwa digital branding akan membantu pelaku UMKM melebarkan sayap ke pasar yang lebih luas," katanya.

Baca juga: Kampung Digital Telkom rambah pasar batik Cirebon

Baca juga: Universitas Madura akan bantu pemasaran Batik Pamekasan via digital

Pewarta: Kutnadi
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019