counter

Program SMN tumbuhkan rasa percaya diri siswa berkebutuhan khusus

Program SMN tumbuhkan rasa percaya diri siswa berkebutuhan khusus

Febrian dan Rahma foto bersama didampingi kedua guru pendampingnya Winarni dan Hendro. (1)

Winarni yang adalah guru ketrampilan tata busana dan Hendro seorang guru seni memberikan apresiasi pelaksanaan program SMN yang mampu memperkenalkan Indonesia dengan berbagai keberagaman yang dimiliki.
Manado (ANTARA) - Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang diinisiasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menumbuhkan rasa percaya diri siswa berkebutuhan khusus.

"Program ini manfaatnya positif, siswa bisa belajar karakteristik daerah lain yang mungkin tidak ada di daerahnya. Dari kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri ketika berada di lingkungan normal," ujar guru pendamping Sri Winarni dari SLB Negeri Semarang dan Hendro Prihoetomo, SLB B/C Yayasan Mulat Sarira Ngadirojo Wonogiri di Manado, Minggu (18/8).

Winarni yang adalah guru ketrampilan tata busana dan Hendro seorang guru seni memberikan apresiasi pelaksanaan program SMN yang mampu memperkenalkan Indonesia dengan berbagai keberagaman yang dimiliki.

"Terima kasih kepada penyelenggara program SMN tahun ini yang tetap memberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus belajar keanekaragaman daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Peserta SMN 2019 kunjungi Makam Pahlawan Imam Bonjol

Baik Winarni dan Hendro berharap kegiatan SMN ke depan juga diagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah siswa berkebutuhan khusus.

Alasannya, siswa berkebutuhan khusus bisa berinteraksi dengan rekan-rekan seperti mereka yang ada di sekolah daerah lain dan ikut disaksikan siswa-siswa normal yang ikut program ini.

"Harapan ke depan demikian sehingga siswa berkebutuhan khusus tidak terkesan hanya ikut saja," ujar keduanya.

Dari 23 siswa asal Provinsi Jawa Tengah yang mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara, dua di antaranya adalah siswa berkebutuhan khusus yaitu Febrian, kelas 11, berasal dari SLB B Ngadirojo dan Rahma Maulidya dari SLB Negeri Semarang melalui guru pendampingnya.

"Kami sudah jalan dan melihat Kota Kotamobagu dan Kota Manado, serta Bendungan Kuwil, kami berterima kasih boleh menjadi bagian dari kegiatan ini. Kota Manado menyenangkan," ujar Rahma dan Febrian.

PT WIKA ditunjuk sebagai PIC pelaksanaan program SMN di Provinsi Sulut dan didukung PT Nindya Karya, Perum Damri dan PT Biro Klasifikasi Indonesia.

Baca juga: Peserta SMN asal Sulawesi Tengah takjub dengan legenda 'Batu Gantung'
Baca juga: Wakil Wali Kota Jayapura bagi pengalaman dengan SMN Sulsel

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa SMN Sultra sekolah di SD Muhamadiyah Gantong

Komentar