counter

BPIP pilih konser di Museum PG Tjolomadu karena miliki nilai sejarah

BPIP pilih konser di Museum PG Tjolomadu karena miliki nilai sejarah

Suasana gladi bersih menjelang kegiatan "Konser Kebangsaan" dan "Pemberian Apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila" yang diselenggarakan BPIP di Museum Tjolomadu, Surakarta, Minggu (18/8/2019). ANTARA/Riza Harahap

Jakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memilih bekas Pabrik Gula Tjolomadu yang saat ini menjadi museum di Surakarta sebagai tempat penyelenggaraan "Konser Kebangsaan" dan "Pemberian Apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila" karena dinilai memiliki nilai sejarah.

Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, Aris Heru Utomo, di Surakarta, Minggu, menjelaskan, Pabrik Gula Tjolomadu yang saat ini dialihfungsikan sebagai museum adalah salah satu bangunan kuno di Surakarta yang memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia, sejak abad ke-19.

Pertimbangan lainnya, kata dia, Presiden Joko Widodo adalah putra Surakarta sehingga diharapkan bisa hadir pada kegiatan "Pemberian Apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila" karena diselenggarakan di kota kelahirannya.

BPIP menyelenggarakan "Konser Kebangsaan" dan "Pemberian Apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila" bekerja sama dengan TVRI yang akan disiarkan langsung melalui TVRI pada Senin (19/8), mulai pukul 19:00 WIB.

Juga baca: Alasan PT PP undang David Foster konser di De Tjolomadoe

Juga baca: David Foster diundang untuk perkenalkan De Tjolomadoe

Juga baca: PTPN-IX: Revitalisasi PG Colomadu sah secara hukum

Menurut Utomo, pemberian penghargaan kepada ikon Pancasila, pernah diberikan oleh BPIP kepada sejumlah orang, di Jakarta, pada 2017. Kemudian, pada 2018, penghargaan itu tidak diberikan karena sedang terjadi transisi kelembagaan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menjadi BPIP.

Kini setelah BPIP berjalan sekitar setahun setengah dan Aris Heru Utomo berada di BPIP sekitar sembilan bulan, pemberian apresiasi kepada ikon prestasi Pancasila, diselenggarakan lagi.

"Kalau sebelumnya, pemberian penghargaan ini diselenggarakan di Jakarta, maka pada tahun ini diselenggarakan di Surakarta," katanya.

Menurut dia, BPIP memilih lokasi Museum Pabrik Gula Tjolomadu, memiliki nilai historis dan lokasinya dinilai cukup representatif.

Kalau mencermati sejarah pendirian Pabrik Gula Tjolomadu, dalam buku "Sejarah Panjang Mataram" disebutkan Pabrik Gula Tjolomadu dibangun Raja Praja Mangkunegaran, Mangkunegara IV, pada 1860-1861, untuk kehidupan masyarakat saat itu.
 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar