counter

BUMN Hadir

SMN 2019 Babel belajar tari tradisonal Molulo Suku Tolaki

SMN 2019 Babel belajar tari tradisonal Molulo Suku Tolaki

Direktur Utama PT Antam Arie Prabowo Ariodtejo bersama peserta SMN Babel belajar tari Molulo. Tari Lulo atau Molulo merupakan tari tradisional suku Tolaki di Provinsi Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)

meskipun susah karena kaki kadang diinjak, tapi seru
Kolaka (ANTARA) - Peserta Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 berasal dari Provinsi Bangka Belitung belajar tari Lulo atau Molulo yang merupakan salah satu tarian tradisional dari Sulawesi Tenggara.

Tarian itu merupakan tarian masyarakat Suku Tolaki yang dilakukan secara masal dan bisa dilakukan oleh semua kalangan, baik laki-laki, perempuan, tua, maupun muda.

Salah seorang peserta SMN 2019, Gilang Halipit, berasal dari SMA Negeri 1 Munto mengaku senang bisa mempelajari budaya di Sulawesi Tenggara, khususnya mempelajari tarian Molulo.

"Saya sangat senang, karena saya bisa belajar tari Lulo ini, meskipun susah karena kaki kadang diinjak, tapi seru," kata dia di Kolaka.
 
Peserta SMN Babel belajar tari Molulo. Tari Molulo merupakan tari tradisional suku Tolak di Provinsi Sulawesi Tenggara. (ANTARA/Harianto)


Berdasarkan pantauan ANTARA, antusias para perserta SMN 2019 tersebut tinggi untuk belajar dan ingin mengetahui tari Molulo.

Ha itu, terlihat ketika para peserta mempraktikkannya dengan menari bersama warga di Pomala, Kolaka, Sultra.

SMN merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) pada 2019, di mana PT Antam Tbk ditunjuk oleh Kementerian BUMN bersama sejumlah perusahaan BUMN lainnya, seperti Asuransi Jasindo dan Indofarma untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut di Sulawesi Tenggara.

Peserta SMN asal Provinsi Bangka Belitung itu berjumlah 23 orang, 20 siswa merupakan perwakilan dari tingkat SMA/SMK, sedangkan tiga siswa lainnya merupakan siswa difabel dari SLB di provinsi tersebut.

Baca juga: Peserta SMN Riau kunjungi Keraton Yogyakarta
Baca juga: SMN 2019 Bangka Belitung belajar menenun kain adat Mekongga

 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar