counter

Penjualan KA produksi Inka 2019 capai 86 persen

Penjualan KA produksi Inka 2019 capai 86 persen

Dok - Pekerja menyelesaikan pembuatan kereta Light Rail Transit (LRT) di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). ANTARA FOTO/Siswowidodo/ama.

Jakarta (ANTARA) - Progres penjualan Kereta Api produksi PT Industri Kereta Api (Inka) hingga Agustus 2019 mencapai 86 persen atau Rp2,42 triliun.

"Penjualan kita sudah 86 persen sampai saat ini," kata Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro dalam acara Ngopi Bareng BUMN di Jakarta, Senin.

Ia merinci dalam Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) 2019. perseroan menargetkan capaian penjualan sebesar Rp3,75 triliun di mana dalam Semester 1 2019 telah diraup Rp1,3 triliun dan hingga pertengahan semester 2 Rp1,13 triliun.

Untuk itu, Novi mengatakan pihaknya tengah fokus untuk menyelesaikan pengiriman pesanan kereta dari Bangladesh.

Ia menyebutkan Sebagai capaian ekspor tahun ini, pihaknya sudah mengirimkan 50 kereta tipe MG (Meter Gauge) pesanan Bangladesh Railway melalui Chittagong Port, Bangladesh pada Januari 2019.

Selanjutnya pengiriman 200 kereta tipe BG (Broad Gauge) dikirimkan secara bertahap sejak Juli 2019.

"Pengiriman kali ini merupakan pengiriman kereta untuk tipe MG (Meter Gauge) dengan jumlah total 200 kereta. 26 kereta batch awal tersebut telah dikirimkan pada 24 Juli 2019 menuju Chittagong Port, Bangladesh," ujarnya.

Secara keseluruhan, PT INKA (Persero) memproduksi 250 kereta untuk Bangladesh Railway dengan rincian yakni 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe MG.

Pengadaan 250 kereta penumpang tersebut merupakan hasil tender yang dimenangkan PT INKA (Persero) pada tahun 2017 dengan nilai kontrak sebesar 100,89 juta dolar AS.

"Nanti September kita akan mulai pengiriman lagi," ujarnya.

Selain untuk Bangladesh Railways, pada tahun 2018 kemarin, PT INKA (Persero) juga telah menandatangani kontrak pengadaan kereta untuk Philippine National Railways untuk enam DMU (Diesel Multiple Unit), tiga Lokomotif dan 15 unit Kereta Penumpang dengan nilai kontrak sebesar 57,1 juta dolar AS.

Selain ke Bangladesh dan Filipina, PT INKA (Persero) juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya meliputi Power Generating Car (PGC) dan gerbong barang ke Malaysia; Well Wagon ke Singapura; Ballast Hopper Wagon (BHW) ke Thailand; Lokomotif ke Filipina; dan Blizzard Center Sills ke Australia.

Untuk capaian dalam negeri, saat ini proses penyelesaian 438 kereta pesanan PT KAI (Persero) serta LRT Jabodebek guna mendukung penguatan perkeretaapian dalam negeri. Dan untuk meningkatkan kapasitas guna mendukung permintaan dalam negeri maupun ekspor, PT INKA (Persero) sedang dalam tahap pembangunan pabrik kedua di Banyuwangi.

Baca juga: Kereta api buatan INKA beroperasi di jalur antarkota Bangladesh

Baca juga: PT INKA jajaki peluang pasar Ethiopia


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kunjungi PT Inka, Delegasi Kamboja kagumi kereta buatan Indonesia

Komentar