counter

Dwi Purnomo raih anugerah inovasi Jabar melalui "The Local Inables"

Dwi Purnomo raih anugerah inovasi Jabar melalui "The Local Inables"

Penggagas Kurikulum Kepemudaan bernama The Local Inables berhasil mengantarkan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Purnomo meraih penghargaan Anugerah Inovasi di Bidang Pendidikan dari Pemprov Jawa Barat Tahun 2019. (Dok ASJ)

Bandung (ANTARA) - Pembelajaran terapan berupa Kurikulum Kepemudaan bernama The Local Inables berhasil mengantarkan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Purnomo meraih penghargaan Anugerah Inovasi di Bidang Pendidikan dari Pemprov Jawa Barat Tahun 2019.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Jawa Barat pada apel besar Peringatan HUT Ke-74 Provinsi Jawa Barat (Jabar), di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin.

Sambil memegang piala dan piagam penghargaannya, Dwi yang mengenakan batik lengan panjang menuturkan The Local Inables merupakan kurikulum khusus yang dibuat olehnya untuk kepemudaan agar bisa mengembangkan wirausaha yang dipadukan dengan para petani.

"Jadi semangatnya, bagaimana para pemuda mau menciptakan produk lokal tapi juga bisa meningkatkan kapasitas pemuda agar punya dampak positif bagi lingkungan atau komunitas lokal yang dijual dengan nilai yang tinggi. Dan ini juga masuk kurikulum transformatif di Unpad juga," kata dia.

Baca juga: Gubernur: Kolaborasi-inovasi kunci Jabar Juara Lahir Batin

Baca juga: "Si Perut Laper" Jabar akan dikompetisikan di ajang internasional


Dia mengatakan hingga saat ini ada 140 kelompok usaha baru di bidang pertanian, peternakan di Jawa Barat yang digagas dari kurikulum The Local Inables.

Sejak tahun 2014, dirinya mengusulkan The Locak Inables kepada Pemprov Jawa Barat dan selama lima tahun terakhir ini pihaknya mengembangkan kurikulum kepemudaan tersebut agar lebih sempurna dan berdampak.

"Awalnya secara kecil dikembangkan oleh sebuah komunitas kecil di Jatinangor yang melibatkan mahasiswa Unpad. Kemudian mereka kembangkan dan pola-pola itu direplikasi menjadi besar," kata dia.

Dia mencontohkan salah satu komunitas yang berhasil mengimplementasikan The Local Inables ialah yoghurt ubi ungu yang dikembangkan oleh kelompok mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad.

"Jadi kami mencoba untuk membangunkan model bisnis sosial yang sekarang banyak ditekuni. Jadi tidak hanya aspek ekonomi semata," kata dia.*

Baca juga: "Si Perut Laper" masuk kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019

Baca juga: Ridwan Kamil paparkan sejumlah inovasi Jabar ke Lemhannas RI

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar