Warga Biak diimbau tak terprovokasi informasi di media sosial

Warga Biak diimbau tak terprovokasi informasi di media sosial

Wakapolres Biak Kompol Toni Upuya memberikan keterangan situasi kamtibmas bersama Bupati Biak Herry Ario Naap, Dandim 1708/BN Letkol Inf Ricardo Siregar, Wakil Ketua II DPRD Linda Diana Simanjuntak serta Kepala Kejaksaan Negeri Sigit J.Pribadi SH,MH.(ANTARA News Papua/Muhsidin)

Biak (ANTARA) - Bupati Biak Numfor, Papua Herry Ario Naap mengingatkan, situasi kamtibmas Biak tetap kondusif meski warga Biak dihimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak cepat terhasut dengan berbagai informasi beredar di media sosial terkait dengan aksi masyarakat di tanah Papua.

"Berbagai informasi di media sosial harus dibatasi sehingga tidak memperkeruh suasana situasi kamtibmas di tanah Papua," ungkap Bupati Herry Ario Naap di Biak, Senin, menanggapi maraknya informasi media sosial terkait aksi warga Papua.

Ia mengharapkan, jajaran Kepolisian bisa mengawasi berbagai informasi yang diposting berbagai media sosial karena dapat menimbulkan ujaran kebencian dan memprovokasi situasi keadaan kamtibmas di Kabupaten Biak Numfor.

Baca juga: Polda Jatim tegaskan tak ada rasisme terhadap mahasiswa Papua

Baca juga: Mendagri ingatkan kepala daerah menahan diri terkait aksi di Manokwari

Baca juga: Tokoh adat imbau pemerintah jamin mahasiswa Papua kuliah di Jawa


Bupati Herry Naap mengatakan, pemkab Biak Numfor memberikan ruang bagi warga Biak yang ingin menyampaikan aspirasi langsung melalui media massa dan tidak melakukan aksi demo yang dapat menggangu ketertiban umum.

"Jagalah suasana kota Biak tetap senantiasa tetap aman, damai dan kondusif sehingga menjadi contoh bagi daera lain di tanah Papua," ujar Bupati termuda di Papua itu.

Wakapolres Biak Kompol Toni Upuya mengatakan, jajaran Kepolisian Resort melalui satuan siber Polres Biak telah melakjukan pengawasan terhadap informasi yang beredar di media sosial.

"Warga Biak Numfor diimbau harus bijak dalam menggunakan media sosial, ya berbagai informasi yang beredar pada media sosial perlu dicek kebenarannya sehingga tidak menyesatkan," imbuh Wakapolres. .

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Biak Linda Diana Simanjuntak mengajak warga Biak Numfor diingatkan tidak ikut-ikutan demo di jalanan karena dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

"Sebagai warga Biak saya juga mengecam adanya aksi rasisme dialami mahasiswa Papua yang berkuliah di pulau Jawa," ujar politisi Partai Golkar itu.

Ia berharap, adanya perlindungan terhadap mahasiswa Papua dilakukan Pemprov Jatim, Kota Surabaya, Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Hingga, Senin malam pukul 20.00 WIT siatuasi kamtibmas di Biak sekitarnya sangat aman dan kondusif karena berbagai kegiatan masyarakat seperti angkutan umum, pelabuhan, bandara, pasar dan pertokoan tetap beroperasi melayani kebutuhan warga.

Pewarta: Muhsidin
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferdinan, antara harapan dan impian tanpa batas

Komentar