counter

Kotim tingkatkan SDM petani sambut pemindahan ibu kota negara

Kotim tingkatkan SDM petani sambut pemindahan ibu kota negara

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi (tengah) saat meninjau hasil pertanian petani di Kecamatan Kota Besi. (Foto Istimewa)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bertekad terus meningkatkan sumber daya manusia petani, terlebih jika nantinya pemerintah memilih provinsi setempat sebagai lokasi pemindahan Ibu Kota Negara.

"Kalau ibu kota dipindah ke Kalteng, maka berapa juta orang yang akan pindah ke provinsi ini dan berapa besar kebutuhan pangan yang harus disiapkan. Ini adalah peluang yang harus kita tangkap dan disiapkan dari sekarang," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi di Sampit, Senin.

Saat pidato kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Jumat (16/8) lalu, di hadapan anggota DPR Presiden Joko Widodo mengumumkan dan meminta izin bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan, meski belum menyebut jelas provinsi mana yang dipilih.

Menyikapi itu, Supian mengaku yakin lokasi yang dipilih menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara adalah Provinsi Kalteng. Selain presiden sudah meninjau langsung lokasinya di Kabupaten Gunung Mas, bupati sangat yakin karena berbagai pertimbangan strategis yang membuat Kalimantan Tengah paling tepat dijadikan ibu kota negara.

Untuk itulah pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mulai mempersiapkan diri untuk menyambut pemindahan ibu kota tersebut. Peningkatan sumber daya manusia akan dilakukan menyeluruh, termasuk terhadap petani dan nelayan agar mereka mampu bersaing dan bisa menangkap peluang nanti.

Supian mewacanakan, peningkatan sumber daya manusia petani dan nelayan akan dilakukan pada 2020, selanjutnya 2021 difokuskan pada peningkatan bantuan peralatan, teknologi dan permodalan.

Harapannya, di tahun-tahun berikutnya produksi pertanian dan perikanan Kotawaringin Timur melonjak tajam dan siap memenuhi permintaan provinsi ini sebagai ibu kota negara.

Selama ini cukup banyak bantuan peralatan produksi pertanian dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Namun menyikapi kemungkinan ibu kota negara pindah ke Kalimantan Tengah, maka pemerintah kabupaten akan meningkatkan anggaran sektor pertanian melalui APBD kabupaten.

Kotawaringin Timur masih memiliki lahan yang luas untuk peningkatan sektor pertanian. Tidak hanya di kawasan selatan yang memang ditetapkan sebagian kawasan pertanian, tetapi juga potensi di kawasan lainnya masih bisa dioptimalkan untuk pertanian.

Selain petani, pelaku usaha mikro kecil dan menengah juga akan menjadi prioritas program peningkatan sumber daya manusia. Masyarakat Kotawaringin Timur harus mampu memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam yang ada menjadi barang bernilai ekonomi tinggi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam waktu dekat kami akan ke Jakarta untuk menggali informasi. Tapi saya yakin 90 persen bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan Tengah, makanya ini harus kita siapkan. Jangan sampai masyarakat kita nanti malah kalah bersaing," ujarnya.

Baca juga: Komisi XI DPR kaji rencana pemindahan ibu kota ke Kalteng
Baca juga: Pelindo III sikapi wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng
Baca juga: Pemindahan ibu kota Negara ke Kalteng wujudkan visi Indonesiasentris

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirjen Hubla ingatkan proritas keselamatan di kapal

Komentar