counter

GM FKPPI Jatim ajak merajut persatuan kesatuan

GM FKPPI Jatim ajak merajut persatuan kesatuan

Ketua GM FKPPI Jawa Timur R Agoes Soerjanto. (Foto Istimewa)

Saat ini, mari bersama-sama merajut persatuan dan kesatuan. Isi kemerdekaan ini dengan baik dan benar
Surabaya (ANTARA) - Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI Polri (GM FKPPI) Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat bersama-sama merajut persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

"Saat ini, mari bersama-sama merajut persatuan dan kesatuan. Isi kemerdekaan ini dengan baik dan benar," ujar Ketua GM FKPPI Jawa Timur R Agoes Soerjanto kepada wartawan di Surabaya, Selasa.

Pihaknya sangat mendukung dan siap untuk selalu bergandengan tangan mengisi kemerdekaan bersama siapa pun, terutama mahasiswa asal Papua di Jawa Timur.

"Mereka adalah saudara kita dan rakyat Papua adalah kita karena juga Indonesia," ucapnya.

Jika ada tindakan yang menyinggung perasaan masyarakat Papua, kata dia, atas nama keluarga besar GM FKPPI memohon maaf.

"Kalau teman-teman mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya menuntut keadilan kepada pemerintah, untuk kebaikan Papua dan sekitarnya maka kami siap berjuang bersama. Karena untuk mendapatkan keadilan dari negara itu hak setiap warga negara," tuturnya.

Agoes juga menegaskan bahwa kabar yang beredar soal rencana pemulangan mahasiswa asal Papua di Malang merupakan informasi yang tidak utuh.

"Tidak ada maksud Pemerintah Kota Malang akan memulangkan mahasiswa asal Papua di Kota Malang," katanya.

Menurut dia, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko adalah kader terbaik GM FKPPI yang tidak diragukan nasionalismenya, jiwa toleransinya dan jiwa kebhinnekaannya.

"Mari kita jaga bersama-sama NKRI yang sudah final. Mari jaga Bhinneka Tunggal Ika dan saling menghargai satu sama lainnya," tegasnya.

GM FKPPI Jatim, lanjut dia, mengajak semua pihak tidak terpengaruh dengan informasi hoaks dan disarankan melakukan tabayyun jika ada informasi apapun yang beredar di media sosial.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti bantah adanya eksodus mahasiswa di Papua

Komentar