counter

FKUB Papua minta tokoh agama dilibatkan dalam tim investigasi ke Jatim

FKUB Papua minta tokoh agama dilibatkan dalam tim investigasi ke Jatim

Ketua FKUB Papua Pdt. Lipiyus Biniluk (rambut putih) didampingi sejumlah tokoh agama saat memberikan keterangan menyikapi permasalahan yang dialami mahasiswa di Jawa Timur. (ANTARA News Papua/Evarukdijati)

Mudah-mudahan polisi dapat segera mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan tidak terulang lagi kasus serupa.
Jayapura (ANTARA) - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt Lipiyus Biniluk mengatakan, FKUB Papua meminta kepada Pemprov Papua agar melibatkan tokoh agama dalam tim investigasi ke Jawa Timur.

FKUB juga mengapresiasi semangat massa yang melakukan demonstrasi di Jayapura untuk menyampaikan aspirasi tentang harga diri Papua yang dilakukan dengan aman dan damai.

Selain itu juga mengapresiasi respon Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Papua yang cukup positif dan menghimbau agar masyarakat khususnya di Papua tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian hukum bagi yang terbukti melakukan kekerasan atau rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan di tempat lainnya, kata Pdt.Biniluk yang membacakan pernyataan sikap FKUB terkait masalah yang dihadapi mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur di Jayapura, Selasa.

Baca juga: GM FKPPI Jatim ajak merajut persatuan kesatuan

Baca juga: Rektor Unram motivasi mahasiswa Papua tetap semangat kuliah


Dalam pernyataan sikap yang berisi delapan point itu FKUB Papua mendukung Persatuan Gereja-gereja Papua (PGGP) yang sudah mengambil inisiatif mengeluarkan seruan melalui RRI agar umat beragama berdoa untuk keamanan dan kerukunan di Papua dan Indonesia. FKUB Papua juga menyesalkan adanya ceramah yang meresahkan umat kristen, namun tidak perlu ditanggapi secara berlebihan dan sebaliknya ke depan lebih mengedepankan toleransi.

Pdt. Biniluk mengatakan, FKUB menghimbau seluruh mahasiswa Papua diseluruh Indonesia agar tenang, fokus belajar dan tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dan meminta kepada Presiden Jokowi agar membuat kebijakan pembangunan yang berpihak dan melibatkan orang asli Papua serta menghimbau aparat keamanan baik di Papua maupun di luar Papua selalu bertindak profesional dan tidak represif dalam menyikapi reaksi mahasiswa Papua.

“Mudah-mudahan polisi dapat segera mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan tidak terulang lagi kasus serupa,” kata Pdt. Biniluk yang didampingi sejumlah tokoh agama seraya berharap masyarakat di Papua tetap bisa menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua Banser NU Papua Muhazer mengajak semua pihak menjaga kebhinnekaan hingga tidak tercabik-cabik karena kita semua anak bangsa.

Mari kita bersama sama jaga kebhinnekaan dan mahasiswa yang ada di pulau Jawa jangan segan-segan berkomunikasi dengan semua pihak dan Banser siap mendukung mahasiswa Papua yang berada di Jawa, kata Muhazer.*

Baca juga: Pemkot Malang berdialog dengan perwakilan mahasiswa asal Papua

Baca juga: KontraS soroti penangkapan mahasiswa Papua oleh polisi Surabaya

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

519 pengungsi Wamena tiba dengan kapal di Surabaya

Komentar