counter

Kemenko Polhukam mendesak UNHCR atasi pengungsi di Pekanbaru

Kemenko Polhukam mendesak UNHCR atasi pengungsi di Pekanbaru

Arsip-Ratusan imigran dari berbagai negara berunjuk rasa di depan kantor International Organization for Imigration (IOM) di Pekanbaru, Riau, Senin (19/8/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama.

Pekanbaru (ANTARA) - Unjuk rasa yang dilakukan pengungsi dari luar negeri di Pekanbaru, Riau sebanyak dua kali dalam bulan ini mendapatkan perhatian dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan saat rapat koordinasi, di Pekanbaru, Selasa.

Kemenko Polhukam bahkan telah mendesak Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) agar segera mencarikan penyelesaiannya.

"Mereka kita desak dan dorong untuk mempercepat proses resettlement atau penempatan di negara ketiga khususnya pengungsi luar negeri yang ada di Pekanbaru," kata Ketua Satgas Harian Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kemenko Polhukam Chairul Anwar pada acara rapat koordinasi penanganan pengungsi dari luar negeri di Riau yang diselenggarakan di salah satu hotel di Pekanbaru.

Menurut Chairul Anwar, unjuk rasa yang terjadi di Pekanbaru temanya sama dengan beberapa daerah, seperti Makassar, Tanjung Pinang, Bintan dan sebagainya.

"Masalah yang mereka usung tentang percepatan penempatan di negara ketiga, agar mereka bisa cepat diterima ke negara penerima resettlement," ujarnya pula.

Karena itu, lanjutnya, kini UNHCR harus segera mengambil tindakan karena itu tanggung jawab mereka bukan tanggung jawab Pemerintah Indonesia.

Apalagi berdasarkan data, kini jumlah imigran di Indonesia sudah mencapai 13.997 jiwa dan sebanyak 1.010 berdiam di Pekanbaru.

Sebelumnya diberitakan ratusan pencari suaka politik di Pekanbaru menggelar unjuk rasa ke organisasi internasional untuk migrasi atau International Organizations for Migration (IOM) yang berkantor di Gedung Graha Pena, Pekanbaru, Riau, Senin (19/8).

Mereka menuntut percepatan untuk keberangkatan ke negara tujuan suaka.
Baca juga: Ratusan pengungsi demo di kantor Rudenim Pekanbaru

Salah satu pengungai Ije, pria asal Irak yang telah berada di Pekanbaru sejak 2013 silam mengatakan aksi ini dilakukan agar IOM dan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau UNHCR mendengarkan suara mereka.

"Kami ingin organisasi internasional mendengarkan suara kami. Sudah tujuh tahun kami di sini hidup dalam keterbatasan. Tidak ada pekerjaan dan anak-anak kami tidak mendapat pendidikan," kata pria yang fasih berbahasa Inggris tersebut.
Baca juga: Polemik menyekolahkan pengungsi anak di SD negeri di Pekanbaru

Dia meminta agar organisasi internasional segera memproses ke negara tujuan. Selain itu, melalui aksi yang turut melibatkan anak-anak dan wanita tersebut, juga ingin agar negara ke tiga yang menjadi tujuan mereka melakukan tindakan agar menerima keberadaan mereka.

Pewarta: Vera Lusiana
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan pencari suaka di Pekanbaru lakukan aksi damai

Komentar