counter

Potensi lahan tambak garam di Kupang diperkirakan 10.000 ha

Potensi lahan tambak garam di Kupang diperkirakan 10.000 ha

Pekerja mendorong gerobak berisi garam di lokasi tambak garam yang dikelola PT Timor Livestock Lestari di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, NTT (20/8/2019). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/pd

Presiden Jokowi akan melakukan panen garam pada Rabu siang ini
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kupang, NTT,  memperkirakan potensi luas area tambak garam di wilayahnya bisa mencapai 10 ribu hektare.

"Ada banyak area garam yang ada di wilayah Kabupaten Kupang. Kalau diprediksi luas area tambak garam di sini bisa mencapai tujuh sampai 10 ribu hektare," kata wakil Bupati Kupang Jerry Manafe kepada ANTARA di Kupang, Rabu.

Potensi area tambak di Kabupaten Kupang dinilai mampu memenuhi kebutuhan garam nasional yang hingga saat ini masih impor.

Ia menyebutkan luas area garam itu tersebar di beberapa desa seperti Bipolo, Sulamu, Bau Bau, Merdeka, Oebelo dan Tanah Merah.

"Kami melihat bahwa ini adalah potensi yang diberikan Tuhan kepada kami, kepada masyarakat di sini untuk bisa dikelola secara baik," ujarnya.

Sayangnya, kata dia, sejauh ini potensi yang bagus itu belum dikembangkan secara baik sehingga selama beberapa tahun ini potensi yang ada tidak dikembangkan.

Pemkab Kupang berterima kasih karena dengan perhatian besar dari Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan Presiden Jokowi akan melakukan panen garam pada Rabu siang ini membuktikan bahwa potensi garam di daerah itu berkualitas tinggi.

Oleh karena itu ia berharap masyarakat di Kabupaten Kupang bisa memanfaatkan potensi yang ada saat ini untuk peningkatan kehidupan ekonominya.

Saat ini, lanjut dia, untuk lahan garam di Nunkurus saja ada 600 pekerja lokal yang bekerja di lahan tersebut dengan gaji Rp100 ribu per hari.

"Anggap saja mereka kerja selama 24 hari kerja tentu gaji mereka lebih besar dari gaji honor pegawai yang kerja sebagai tenaga honorer pemerintahan yang hanya mencapai Rp1,5 juta per bulan, " tambah dia.

Ia menambahkan 600 pekerja lokal itu baru bekerja di 11 hektare area tambak garam di daerah itu yang masih bisa dikembangkan menjadi 600 hektare.

"Bayangkan saja, bagaimana tidak sejahtera masyarakat di sini dengan hanya melalui tambak garam," tambah dia.

Baca juga: Presiden akan tinjau tambak garam, pelabuhan dan bagikan sertifikat
Baca juga: Besok, Presiden Jokowi dijadwalkan panen garam di Kupang
Baca juga: Gubernur klaim kualitas garam NTT setara Australia

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko Luhut: 2021, Indonesia stop impor garam

Komentar