counter

Wiranto kobarkan kedamaian di Papua

Wiranto kobarkan kedamaian di Papua

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/8/2019). ANTARA/Syaiful Hakim

... Jangan dikompor-kompori lagi, ya...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto menyebutkan keberangkatannya ke Papua untuk mengobarkan rasa empati dan rasa kedamaian kepada masyarakat Papua.

"Saya ke Papua juga mengobarkan rasa empati, rasa kedamaian, ajak lagi ayo kita bersatu sebagai bangsa. Yang rugi siapa kalau kita bertengkar, yang rugi kita kok," kata Wiranto usai Rakor Tingkat Menteri yang membahas Persiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, persaingan yang ada bukan antara sesama anak bangsa, antar suku dan lainnya. Namun, masyarakat Indonesia harus bersatu dan bersama-sama menghadapi persaingan.

"Persaingan kita bukan antar kita bukan antar suku. Kita sudah menyatu sejak 28 Oktober 1928, sudah bersatu, berikrar, bersumpah dan itu sumpah setia, sampai sekarang itu harus kita rawat," kata Wiranto.

Juga baca: Wiranto akan berangkat ke Papua

Juga baca: Masyarakat Biak tuntut proses hukum pelaku rasisme mahasiswa

Juga baca: Polisi amankan 45 pelaku tindakan anarkis di Timika

Ia mengaku tidak suka melihat anak-anak bangsa justru memanasi situasi yang sudah berjalan kondusif dengan menyebar berita hoaks dan membuat berita viral yang negatif.

"Sudah waktunyalah kita sekarang menyatukan bangsa kita. Saya kesana juga bukan ngompori tapi justru kita mencoba merayu dan merangkul kita sama-sama hidup dalam NKRI ini," tutur mantan Panglima ABRI ini.

Purnawirawan jenderal bintang empat ini mengimbau kepada masyarakat Papua untuk tenang, saling menjaga kedamaian dan saling maaf memaafkan.

"Jangan dikompor-kompori lagi, ya. Sudah selesai masalahnya, ada kesalahpahaman, sudah ada minta maaf tinggal diterima maafnya sampaikan kepada masyarakat, kita kembali bersatu sebagai bangsa. Kalau masing-masing emosi ya, seperti anda sekalian juga jangan mengobarkan emosi itu, tapi mengobarkan kesabaran kedamaian," katanya.

 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar