counter

Faktor teknikal membuat rupiah pada Rabu sore terapresiasi

Faktor teknikal membuat rupiah pada Rabu sore terapresiasi

Rupiah melemah dipicu kekhawatiran oleh risiko resesi ekonomi yang bakal terjadi di AS. ANTARA/Ardika/am.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu sore ini terapresiasi karena faktor teknikal.

Rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.240 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.260 per dolar AS.

"Penguatan rupiah belum cukup stabil pada sesi sore ini mengingat sentimen yang beredar terutama perang dagang antara Amerika Serikat dan China masih kuat. Jadi, penguatan rupiah lebih disebabkan karena faktor teknikal," ujar Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa Presiden AS, Donald Trump kembali berkomentar mengenai sikap pemerintahnya akan tetap menekan China walaupun merugikan perekonomian AS.

"Trump menyatakan perekonomian AS sudah dicurangi oleh pemerintah China selama beberapa dekade," katanya.

Ia menambahkan situasi itu membuat kekhawatiran di pasar keuangan berlanjut bahwa perang dagang AS-China masih akan bergulir untuk waktu yang tidak menentu.

"Dampak negatif bagi mata uang negara berkembang masih akan terasa ke depannya, sentimen perang dagang akan membuat dolar AS kembali diuntungkan dengan situasi itu," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga masih menantikan hasil notulensi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Juli lalu. Pelaku pasar akan mencari sinyal apakah the Fed akan kembali menurunkan suku bunganya atau tidak.

Dari dalam negeri, Ariston Tjendra mengatakan, pasar akan mencermati kebijakan Bank Indonesia ke depannya, salah satunya mengenai suku bunga dan perang dagang yang masih berlarut-larut.

Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada 5,75 persen.

"Melihat kondisi saat ini BI diperkirakan akan berhati-hati dan menahan diri dari penurunan suku bunga sambil terus mengamati kondisi global akibat dari perang dagang yang kemungkinan masih akan terjadi sampai tahun 2020," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.259 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.262 per dolar AS. 


Baca juga: Rupiah pagi kembali tertekan antisipasi sentimen global
Baca juga: Rupiah Rabu pagi melemah jadi Rp14.267
Baca juga: Rupiah Selasa sore melorot antisipasi kebijakan bank sentral


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi ungkap perdagangan kosmetik kedaluwarsa senilai Rp2 miliar

Komentar