counter

BPBD distribusikan air ke masyarakat terdampak kekeringan gratis

BPBD distribusikan air ke masyarakat terdampak kekeringan gratis

Kantor BPBD Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendistribusikan bantuan air bersih dari instansinya ke masyarakat di wilayah terdampak kekeringan karena musim kemarau 2019 tidak ada bayaran atau gratis.

"Kalau jumlah tangkinya sudah banyak, karena hampir setiap hari droping air dilakukan minimal empat sampai lima tangki. Itu gratis, semua droping air gratis, tidak ada bayaran apapun untuk masyarakat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Rabu.

Menurut dia, meski demikian, jika ada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan membeli air di luar wilayahnya bisa saja terjadi, namun pihaknya memastikan air yang dibeli bukan dari BPBD Bantul atau pemerintah, namun dari pihak swasta.

"Beli di luar, karena ada yang menawarkan dan masyarakat yang tidak sabar menanti giliran dan katakanlah mampu mungkin dengan cara membeli, tetapi sumber air dari mana kita tidak tahu," katanya.

Baca juga: BPBD : enam kecamatan di Bantul terdampak kekeringan akibat kemarau

Akan tetapi, kata dia, kalau air yang didistribusikan dari mobil tanki BPBD Bantul atau pemerintah sumber mata airnya berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul, sehingga bisa dipastikan kualitas air dan bisa untuk membantu kebutuhan air sehari-hari.

Dia mengatakan, daerah terdampak kekeringan yang sudah dibantu droping air paling banyak itu diantaranya di wilayah Kecamatan Piyungan, kemudian wilayah Dlingo di Desa Terong dan wilayah Kecamatan Imogiri seperti di Desa Selopamioro dan Wukirsari.

Dwi mengatakan, dalam melakukan droping air ke wilayah terdampak kekeringan itu, instansinya melibatkan peran serta dari pihak ketiga baik itu masyarakat maupun badan usaha seperti lembaga perbankan atau perusahaan, yang selama ini rutin membantu air bersih.

"Kalau anggaran kita itu minimalis setahun untuk droping air hanya Rp40 juta, sehingga prinsipnya yang penting dari kita memanfaatkan undang-undang terkait dengan pelibatan dan peran dari semua pihak, baik itu badan usaha maupun masyarakat," katanya.

Bahkan, lanjut dia, dari dunia usaha di wilayah Bantul sejauh ini sudah banyak yang menawarkan untuk membantu masyarakat apabila terjadi kekeringan, dan setiap saat mereka siap membantu menyalurkan air bersih dengan berkoordinasi dengan BPBD Bantul.

Baca juga: BPBD Bantul tetapkan status siaga darurat kekeringan

Baca juga: Lahan pertanian di Dlingo Bantul terdampak kekeringan akibat kemarau

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Olahraga sambil berlatih kesiapsiagaan bencana

Komentar