counter

Setelah XXI ditutup, akan dibangun bioskop baru di TIM

Setelah XXI ditutup, akan dibangun bioskop baru di TIM

Dokumentasi pekerja memindahkan sejumlah barang ke atas kendaraan di depan bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) yang per 19 Agustus 2019 sudah tidak beroperasi lagi, di Jakarta, Senin (19/8/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

... "Sinema memang ada dalam rencana revitalisasi kami untuk fase dua dari Januari 2020 hingga pertengahan 2021. Kalau brand nanti kita akan seleksi lagi pemilihan mitra lagi...
Jakarta (ANTARA) - Setelah Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) berhenti beroperasi pada 19 Agustus 2019, selain karena kontraknya habis dan masuk rencana revitalisasi, PT Jakarta Propertindo (JakPro) menyatakan akan dibangun bioskop baru di pusat kebudayaan Jakarta itu. 

JakPro, sebagai penanggung jawab revitalisasi TIM, mengatakan, gedung bioskop masuk dalam rencana revitalisasi fase kedua yang akan dimulai pada Januari 2020 hingga pertengahan 2021.

"Sinema memang ada dalam rencana revitalisasi kami untuk fase dua dari Januari 2020 hingga pertengahan 2021. Kalau brand nanti kita akan seleksi lagi pemilihan mitra lagi," ujarnya.

Ke depannya, bioskop itu direncanakan akan digabungkan dengan pusat film dan bioskop yang juga digunakan untuk pemutaran film hasil karya seniman-seniman lokal.

Juga baca: Bioskop XXI TIM berhenti beroperasi besok

Juga baca: Jakpro fokus tingkatkan interior-eksterior fase kedua revitalisasi TIM

Juga baca: Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki resmi dimulai

Selain gedung bioskop, tahap kedua revitalisasi juga akan membenahi interior dan fasilitas Taman Ismail Marzuki, seperti Planetarium yang nantinya diremajakan.

Saat ini, fase satu dari proyek yang mulai pertengahan 2019 sampai akhir 2020 tersebut, sedang berjalan oleh kontraktor terpilih Wijaya Karya. Setelahnya, revitalisasi akan dilanjutkan untuk tahap kedua.

Saat ini pihak kontraktor sedang melakukan pekerjaan persiapan sambil berproses untuk demolisi aset terdampak di Taman Ismail Marzuki.

Pada tahap satu ini, revitalisasi menyasar area gedung parkir, taman di area depan, rencana pembangun perpustakaan dan pembangunan masjid untuk relokasi masjid yang ada saat ini.

Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, proses revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, memakan biaya hingga Rp1,8 Triliun.

Ia mengatakan, revitalisasi tersebut akan menggunakan penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Jadi Pusat Budaya

Komentar