counter

TNI AL terkendala geografis berantas penyelundupan narkotika

TNI AL terkendala geografis berantas penyelundupan narkotika

Komandan Pangkalan Utama TNI AL XIII/Tarakan, Laksamana Pertama TNI Judijanto (tengah). ANTARA

Nunukan, Kalimantan Utara (ANTARA) - Pangkalan Utama TNI AL XIII/Tarakan di Kalimantan Utara mengakui masih maraknya penyelundupan narkotika dari negara tetangga Malaysia ke wilayah hukumnya karena kondisi geografis yang sangat luas dan batas wilayah yang panjang sehingga masih sulit mengawasinya secara ketat.

Hal ini diutarakan, Komandan Pangkalan Utama XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto usai memimpin serah terima jabatan Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan dari Letkol Laut (P) Muhammad Machri Mokoagow kepada Letnan Kolonel Pelaut Anton Pratomo di halaman Markas Pangkalan TNI AL Nunukan, Kamis.

Judijanto menegaskan mereka sangat konsisten memberantas penyelundupan narkotika dari negara tetangga yang masuk wilayah kerjanya namun masih saja ada yang lolos. Tentunya, dibutuhkan sinergitas antar instansi terkait untuk melakukan tindakan tegas, di antaranya dari kepolisian dan TNI AD.

Ia menyatakan, penyelundupan narkotika telah menjadi perhatian TNI AL di daerah itu sehingga terus melakukan upaya-upaya pencegahan melalui patroli di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Juga baca: Wilayah kerja Pangkalan Utama TNI AL I/Medan sangat strategis

Juga baca: Pangkalan Utama TNI AL VIII/Manado tingkatkan potensi maritim

Hanya saja, langkah mereka terkendala letak geografis perbatasan perairan yang sangat panjang dan luas sehingga pelaku-pelaku atau penyelundup masih mampu meloloskan barang haram tersebut masuk wilayah Kaltara.

Sebagaimana diketahui, TNI AL setempat telah 11 kali berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia sepanjang 2019 ini baik di Kabupaten Nunukan maupun di Tarakan.

"Kami dari TNI AL selalu sigap mengantisipasi terjadinya penyelundupan narkotika dari negara tetangga sebagaimana tugas yang kami emban di wilayah perbatasan," ujar Judijanto.

Pada dasarnya, Judijanto menyatakan, pihaknya telah berusaha maksimal mencegah masuknya barang-barang terlarang dari negara tetangga sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di negara kita. Khususnya narkotika, kata dia, akan terus melakukan tindakan-tindakan nyata guna memastikan barang haram tersebut tidak lolos masuk wilayah NKRI di Kaltara.

Bahkan dia mengakui, penyelundulan narkotika dari negara tetangga hampir setiap hari lolos masuk Kaltara, sesuai hasil pantauan yang dilakukannya setiap hari. "Memang hasil pantauan kami hampir setiap hari narkotika dari negara tetangga lolos masuk Kaltara akibat luasnya wilayah yang bisa dijadikan lokasi aktivitas," ujar dia.

Pewarta: Rusman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

F1QR gagalkan penyelundupan 47 kilogram sabu-sabu

Komentar