counter

Kedubes Korsel: IK-CEPA tingkatkan volume dagang hingga 30 miliar USD

Kedubes Korsel: IK-CEPA tingkatkan volume dagang hingga 30 miliar USD

Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Korea Selatan Jeon Joyoung usai wawancara eksklusif bersama ANTARA di Wisma Antara Jakarta, Kamis. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Sejak Februari, Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah intens membahas perundingan ini untuk memaksimalkan keuntungan kedua belah pihak.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Korea Selatan Jeon Joyoung mengatakan melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IK-CEPA), volume perdagangan Indonesia dan Korea Selatan dapat mencapai hingga 30 miliar dolar AS pada 2022.

"Pada kunjungan Presiden ke Indonesia pada 2017, kedua pemimpin sepakat untuk mengembangkan volume perdagangan hingga lebih dari 30 miliar dolar AS pada 2022, dan sangat diharapkan bahwa CEPA akan membuatnya mudah untuk dicapai," kata Joyoung pada wawancara eksklusif bersama ANTARA di Wisma Antara Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa sejak Februari, Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah intens membahas perundingan ini untuk memaksimalkan keuntungan kedua belah pihak.

Perjanjian dagang IK-CEPA, kata dia, direncanakan akan ditandatangani pada ASEAN-Korea Commemorative Summit ke-30 di Korea Selatan yang digelar November mendatang.

Baca juga: Indonesia-Korsel CEPA ditargetkan selesai pada 2019

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Perjanjian IK-CEPA ditargetkan selesai pada akhir 2019.

Hal itu diungkapkannya saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan Myung Hee Yoo di sela-sela Pertemuan Intersesi Menteri RCEP ke-8 di Beijing, Tiongkok, 2 Agustus 2019.

"Indonesia dan Korea Selatan menyepakati target penyelesaian perundingan IK-CEPA pada akhir 2019 dengan mengambil momentum Asean-Korea Commemorative Summit ke-30 di Korea Selatan. Hal itu sebagaimana telah dituangkan pada rencana kerja IK-CEPA," kata Menteri Enggar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai 18,6 miliar dolar.

Neraca perdagangan Indonesia-Korea pada 2018 surplus bagi Indonesia sebesar 443,6 juta dolar AS. Korea menempati peringkat ke-7 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia serta menempati urutan ke-6 sebagai negara sumber impor utama Indonesia.

Total ekspor Indonesia ke Korea pada 2018 tercatat sebesar 9,53 miliar dolar AS atau naik 14 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,20 miliar dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Korea pada 2018 mencapai 9,1 miliar dolar AS atau naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8,12 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Korea pada 2018 adalah batu bara, bijih tembaga, karet alam, kayu lapis, dan timah yang tidak ditempa. Komoditas impor utama Indonesia dari Korea pada 2018 adalah karet sintetis, produk baja besi datar, sirkuit terpadu elektronik, kain tenun benang filamen sintetik, dan kapal lainnya.

Baca juga: Kedubes Korsel: Hyundai ingin penyediaan infrastruktur mobil listrik

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar