counter

Warga Surabaya jadi TKI ilegal di Malaysia dipulangkan

Warga Surabaya jadi TKI ilegal di Malaysia dipulangkan

Sejumlah petugas dari Pemkot Surabaya saat menjemput salah seorang warga Kapas Madya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Santoso yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) ilegal Malaysia di Bandara Juanda, Surabaya, Kamis (22/8/2019). (FOTO ANTARA/istimewa)

Saat itu ibu wali kota mengirim surat langsung kepada KJRI Johor Bahru untuk memulangkan Pak Santoso yang bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya memulangkan salah seorang warga Kapas Madya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Santoso yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dengan bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia selama lima tahun.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan, di Surabaya, Jumat, menjelaskan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, untuk pemulangan Santoso sudah dilakukan sejak Juni lalu.

"Saat itu ibu wali kota mengirim surat langsung kepada KJRI Johor Bahru untuk memulangkan Pak Santoso yang bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia," katanya.

Ikhsan menyatakan, Santoso pulang bersama lima TKI dari beberapa daerah di Jatim pada Kamis (22/8). Mereka diantar oleh Satuan Tugas KJRI Johor Bahru, Malaysia.

"Rencananya, Pak Santoso akan dipekerjakan sebagai tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya," katanya.

Santoso diketahui merupakan ayah dari Salsa Mega Fatika, mahasiswi penerima program beasiswa pendidikan tinggi negeri (PTN) generasi emasi (Genmas) dari Pemerintah Kota Surabaya.

Saat dilakukan "outreach" atau pendekatan konseling terhadap Salsa, ibunya bekerja di percetakan, sedangkan ayahnya bekerja sebagai TKI.

Mengetahui hasil laporan "outreach" dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun meminta untuk memulangkan Santoso ke Surabaya dan akan dipekerjakan di Surabaya.

Santoso mengatakan pilihannya menjadi TKI karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sekitar 2014, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat bekerja di pabrik, kemudian memilih kerja bangunan, namun belum cukup memenuhi kehidupan sehari-hari.

"Akhirnya telepon saudara saya yang bisa membantu jadi TKI," katanya.

Sementara itu, Salsa mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya, khususnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena sudah memulangkan ayahnya dari Malaysia yang bekerja sebagai TKI ilegal

"Terima kasih atas bantuannya semua," kata Salsa yang merupakan mahasiswa Prodi Keperawatan Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini.

Baca juga: Disnaker sebut minat warga Surabaya jadi TKI turun drastis

Baca juga: Mantan TKW Lulus S-1 Untag Surabaya

Baca juga: Rakernas AAI di Surabaya canangkan pembelaan TKI

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Buku lima hutan satu cerita diapresiasi KLHK

Komentar