counter

Penjambret di Medan nyaris tewas

Penjambret di Medan nyaris tewas

Personel Polsek Medan Baru bersama kedua pelaku yakni Ricardo Hasudungan Tampubolon (34) dan Suherman Afrianto (40). (Antara Sumut/Istimewa)

Medan (ANTARA) - Dua pelaku penjambretan nyaris tewas dihajar massa setelah gagal menjambret handphone milik korbannya di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kedua pelaku yakni Ricardo Hasudungan Tampubolon (34) warga Jalan Kasuari, Gang Adil, Medan Sunggal, dan Suherman Afrianto (40) warga Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing, Jumat, mengatakan, keduanya ditahan Tim Pegasus Polsek Medan Baru setelah sempat dihajar warga di kawasan Jalan Gajah Mada tepatnya di lampu merah simpang Jalan Iskandar Muda.

Baca juga: Seret korban hingga 10 meter, penjambret dekat kantor polisi diringkus

Saat itu, korban yang merupakan seorang mahasiswi bernama Widya Paramita (20) warga Jalan Samanhudi, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai melintas di lokasi kejadian.

Kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung memepet korban dan merampas handphone korban.

Baca juga: Sekeluarga wisatawan asal Prancis jadi korban penjambretan di Medan

"Korban yang saat itu tengah berboncengan bersama orang tuanya," katanya.

Korban yang terkejut dengan kejadian tersebut langsung berteriak, hingga mengundang perhatian masyarakat di lokasi dan langsung mengejar kedua pelaku.

"Warga langsung menghajar kedua pelaku ini," ujarnya.

Petugas patroli Polsek Medan Baru yang sedang melaksanakan patroli di seputaran TKP langsung mengamankan tersangka dari amukan massa.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu handphone milik korban dan sepeda motor pelaku sebagai alat untuk melakukan kejahatan penjambretan.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 9 sampai 12 tahun penjara," jelasnya.

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar