counter

Tim Penilai "Abdi Bakti Tani 2019" Kementan menilai Sleman

Tim Penilai "Abdi Bakti Tani 2019" Kementan menilai Sleman

Tim penilai lomba "Bakti Tani 2019" Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penilaian dan evaluasi lapangan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (UPTD BP4) Wilayah V Kabupaten Sleman.

Lomba "Bakti Tani 2019" tersebut diselenggarakan untuk melihat sejauh mana implementasi dan inovasi program Menteri Pertanian di daerah di sektor pertanian.
Sleman (ANTARA) - Tim penilai lomba "Bakti Tani 2019" Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penilaian dan evaluasi lapangan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (UPTD BP4) Wilayah V Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.

Pada Kesempatan tersebut tim Kementan langsung melakukan tinjauan ke beberapa percontohan pertanian yang ada di UPTD BP4 seperti mina padi, rumah strawberry, percontohan tenak ayam kampung, kolam ternak lele, tomat, dan tanaman Parijoto.

Ketua Tim Verifikasi Kementan Mardianis mengatakan lomba "Bakti Tani 2019" tersebut diselenggarakan untuk melihat sejauh mana implementasi dan inovasi program Menteri Pertanian di daerah di sektor pertanian.

"Kontribusi dan inovasi UPTD yang memberikan kontribusi di sektor pertanian menjadi salah satu komponen terpenting dalam penilaian," katanya.

Menurut dia, pihaknya mengapresiasi inovasi dan kinerja UPTD BP4 Wilayah V Kabupaten Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam penilaian kami, inovasi kerja memiliki poin yang tinggi, poin penilaian ini yang menjadi tolok ukur kami dalam menilai antar-UPTD," katanya.

Baca juga: Pengamat apresiasi Kementan dorong pembentukan koperasi petani

Selain itu, ia juga mengapresiasi komitmen Pemda Sleman dalam pembangunan di sektor pertanian.

"Sleman memiliki komitmen yang tinggi di sektor pertanian, dimulai dari OPD hingga UPTD," katanya.

Ia berharap lomba tersebut dapat menjadi sarana mengedukasi kaum muda agar ikut serta dan berinovasi di bidang pertanian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sumadi dalam kesempatan tersebut mengatakan penilaian ini diharapkan dapat menambah semangat dan dedikasi para penyuluh pertanian dan mendorong kinerja pelayanan masyarakat.

"Sleman sebagai daerah hulu DIY, merupakan penopang swasembada pangan di DIY. Merujuk hal tersebut, kami terus berupaya untuk merealisasikan ketahanan pangan," katanya.

Baca juga: Kementan lepas ekspor perdana tepung kelapa Banggai ke Jerman

Menurut dia, berbagai upaya dilakukan Pemkab Sleman untuk mendorong pembangunan di sektor pertanian mulai dari intensifikasi pertanian hingga proses pemasaran produk yang dihasilkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk melaksanakan fungsi tersebut, UPTD BP4 Pakem juga berperan sebagai "Center of Education" (COE) yang menjadi tempat penelitian dan magang dari berbagai perguruan tingggi yang ada di Yogyakarta seperti UGM, UPN, APTA, UAD, UNS Solo, Unsoed Purwokerto, bahkan dari Jerman dan Jepang.

Sumadi juga memaparkan angka produksi beras Sleman pada 2018 sebanyak 249.863 ton, konsumsi masyarakat Sleman sebanyak 172.492 ton, sehingga surplus beras di Kabupaten Sleman pada 2018 sebanyak 78.867,75 ton.

"Diharapkan agar hasil evaluasi dan verifikasi tim Abdi Bakti Tani 2019 ini dapat disampaikan langsung ke Pemkab Sleman agar menjadi bahan evaluasi ke depan," katanya.
Tim penilai lomba "Bakti Tani 2019" Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penilaian dan evaluasi lapangan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (UPTD BP4) Wilayah V Kabupaten Sleman.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siapkan 200 hektar lahan untuk kembangkan durian lokal

Komentar