counter

Transformasi bisnis, Hero Group investasi Rp500 miliar pada 2019

Transformasi bisnis, Hero Group investasi Rp500 miliar pada 2019

Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Roy Soeradji (tengah), disaksikan Presiden Komisaris Ipung Kurnia (keempat kiri) dan Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag Nina Mora (kanan), menjelaskan aneka buah kepada anak yatim piatu disela acara perayaan HUT ke-48 Hero Group, di Jakarta, Jumat (23/8/2019). Pelopor ritel modern pertama di Indonesia tersebut saat ini telah memiliki 4 unit bisnis yakni Hero Supermarket, Giant, Guardian dan IKEA, dan pada tahun 2019 ini menargetkan investasi lebih dari Rp500 miliar untuk menciptakan toko yang lebih baik dengan ruang usaha ritel yang lebih relevan. ANTARA FOTO/Audy Alwi/NZ.

Permintaan dan pola belanja pelanggan akan selalu berubah
Jakarta (ANTARA) - PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) gencar melakukan transformasi bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang melalui berbagai pembaruan dan revitalisasi untuk menghadapi tantangan perubahaan tren belanja pelanggan.

"Permintaan dan pola belanja pelanggan akan selalu berubah. Sebagai komitmen untuk selalu mengutamakan pelanggan, kami terus melakukan berbagai upaya inovatif dan memberikan semangat baru pada penawaran-penawaran yang kami berikan,” kata Direktur PT Hero Supermarket Tbk Hadrianus Wahyu Trikusumo, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pada tahun 2019, HERO menargetkan berinvestasi lebih dari Rp500 miliar untuk menciptakan toko yang lebih baik, dengan ruang usaha ritel yang lebih relevan, juga mencakup peningkatan penawaran produk di setiap lini bisnis serta standar pelayanan untuk masyarakat Indonesia.

Saat ini Hero memiliki lini bisnis yaitu Hero Supermarket, Giant, Guardian, dan IKEA Indonesia.

Program yang dilakukan antara lain, Giant sebagai salah satu strategi bisnisnya, yakni “Program Harga Teman” dan "Program Tampil Beda", dengan menurunkan harga dari produk-produk favorit dan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap, beragam produk berkualitas, juga dengan promosi terbaik.

Sementara, Hero Supermarket yang telah lebih dulu menyegarkan penampilannya, memiliki produk in-house bakery “O’Fournil” dengan konsep fresh from the oven. Selain itu, Hero Supermarket memiliki berbagai produk impor, premium, dan dengan tagline “fresh food people”, menawarkan berbagai pilihan produk segar yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan atas gaya hidup sehat yang saat ini sedang marak dilakukan.

Selain fokus mengoptimalkan lini bisnis makanan, bisnis non-makanan yang menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat juga tetap menjadi perhatian.

Guardian terus memperluas ruang usahanya ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, sebut saja pada semester pertama ini, Guardian telah membuka 22 toko baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sedangkan, IKEA sendiri sedang melakukan proyek pembangunan di Jakarta Garden City dan Kota Baru Parahyangan Bandung. Selain itu, IKEA sukses mendapat tempat di hati pelanggan dengan e-commerce yang dimilikinya, penambahan titik penjemputan produk juga memberi andil untuk keberhasilan ini.

Hingga usia 48 tahun pada 2019, Hadrianus mengatakan perusahaan masih mendapat kepercayaan untuk menjadi ritel yang menyediakan produk berkualitas dengan harga bersaing dan berkomitmen untuk terus melangkah bersama masyarakat Indonesia.

"Perjalanan panjang HERO Group dimulai pada tahun 1971 dengan dibukanya gerai Hero Supermarket yang sebelumnya disebut Hero Mini Supermarket dan menjadi pelopor ritel modern pertama di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: BEI: Kamis besok paling lambat Hero jelaskan penutupan gerai Giant
Baca juga: Hero sebut penutupan Giant dampak perubahan belanja konsumen

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gundala, tembus festival film internasional

Komentar