counter

27 jemaah haji Debarkasi Batam meninggal

27 jemaah haji Debarkasi Batam meninggal

Jamaah Haji Debarkasi Batam tiba di Asrama Haji. Foto : Antara/Yunianti Jannatun Naim.

Jemaah calon haji yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji akan mendapatkan santunan dan perlindungan asuransi hingga Rp125 juta,
Batam (ANTARA) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau mencatat, jumlah haji yang meninggal di Tanah Suci bertambah menjadi total 27 orang hingga Jumat.

"Berdasarkan data yang kami terima, jemaah yang meninggal bertambah 2 orang menjadi 27 orang," kata Kepala Bidang Humas dan Informasi PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam, Syahbudi.

Sebanyak 2 orang jamaah Debarkasi Batam meninggal dalam dua hari terakhir, yaitu Rugayah Hasan Muhammad asal Kabupaten Merangin Jambi, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24 dan Maawiyah Saleh Ahmad asal Sungai Penuh Jambi dari kloter 28.

Baca juga: Tertunda dua jam kedatangan pesawat kloter 6 Debarkasi Batam

Kepala Daerah Kerja Mekkah PPIH 2019, Subhan Cholid mengatakan jemaah calon haji yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji akan mendapatkan santunan dan perlindungan asuransi hingga Rp125 juta.

"Beberapa ketentuan, diantaranya jemaah wafat sejak ke luar rumah sehingga sebelum tiba di rumahnya kembali. Kemudian jemaah mengalami kecelakaan hingga wafat atau cacat tubuh," jelas dia.

Baca juga: 447 jamaah haji kloter 05 sudah mendarat dengan selamat di Batam

Sementara 25 jemaah meninggal lainnya yaitu Padmo Sumarto bin Singo, haji asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabiah Yunus Sipan asal Kota Pontianak Kalbar dan Daut Heri Muhammad Liyam asal Kabupaten Merangin Jambi.

Kemudian Mochtar Abdul Gani asal Kabupaten Kubu Raya, Kalbar dan Marzuki Ismail Bujang asal Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.

Lalu, Hasmi Ruslan Zainud asal Kampar, Riau, Nahrawi Saini Sayed asal Bintan, Kepri dan Carsih Kadmiyah Remesi haji asal Riau.

Kemudian Jafar Janggut bin Ahmad Janggut asal Jambi, Susanah Supardi Harjo asal Kuansing, Riau, Kasmirin Mochammad Damiri asal Singkawang dan Siswo Priyono Abdul Aziz Hidayat asal Kota Pontianak Kalbar.

Selanjutnya, Rahana Syarif Wahid asal Batanghari Jambi, Satar bin Muhammad Mahmud asal Kepulauan Anambas Kepri dan Tundur Brajim Boamin asal Tanjung Jabung Timur Jambi wafat.

Lalu Sidi Ali Ramli Yusuf asal Pekanbaru Riau, Jemakir Sadi Proyo asal Tanjung Jabung Barat dan Jaslinar Abdul Latip Bin Abdul Samad, asal Jambi.

Sugiati binti Saliman Karyo asal Kabupaten Indragiri Hulu, Satari Saroji Sangid bin Saroji asal Kabupaten Sintang Kalimantan Barat dan Poniman bin Mat Rahum Afdullah asal Kabupaten Karimun Kepri

Serta Muslimin Musthofa asal Talang Bakung Jambi, Khairil Abbas bin Salim asal Pekanbaru Riau dan Subli bin Muhammad asal Indragiri Hilir Riau meninggal di RS King Fadh Madinah, 15 Juli 2019.

Selain itu, PPIH juga mencatat seorang calon haji asal Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Yarisman Panuah Latik meninggal dalam perjalanan dari daerah asal ke Embarkasi Haji Antara (EHA) Jambi, sebelum diberangkatkan ke Bandara Hang Nadim Batam.

Baca juga: Seorang haji asal Lingga masih dirawat di RS Batam

 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar