counter

Jembatan Bitung-Lembeh diperkirakan telan biaya Rp3 triliun

Jembatan Bitung-Lembeh diperkirakan telan biaya Rp3 triliun

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Jemmy Lampus (keempat kiri) membahas pengembangan Pulau Lembeh dalam diskusi kelompok terarah  (FGD) pembahasan konsep pengembangan transportasi Pulau Lembeh sebagai kawasan terpadu dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. (1)

Pemprov Sulut sedang berupaya untuk membangun infrastruktur penunjang konektivitas yakni jembatan Bitung-Lembeh serta bandara internasional di Pulau lembeh.
Bitung (ANTARA) - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Sulawesi Utara Jemmy Lampus mengatakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Bitung ke Pulau Lembeh diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp3 triliun rupiah.

"Pemprov Sulut sedang berupaya untuk membangun infrastruktur penunjang konektivitas yakni jembatan Bitung-Lembeh serta bandara internasional di Pulau lembeh," sebut Lampus di Manado, Jumat.

Panjang jembatan tersebut lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulut itu diperkirakan mencapai 1.000 meter.

Pada diskusi kelompok terarah (FGD) pembahasan konsep pengembangan transportasi Pulau Lembeh sebagai kawasan terpadu dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, kata dia, Pulau Lembeh yang terletak di Kota Bitung memiliki posisi strategis dalam menunjang perkembangan sektor pariwisata di Sulut.

"Jembatan ini  akan menghubungkan Pulau Lembeh dengan daratan Pulau Sulawesi di Bitung," ungkapnya.

Selain jembatan penghubung, di Pulau Lembeh  akan dibangun bandara internasional dengan panjang landasan pacu mencapai 4.000 meter.

"Investasi awal diperkirakan sebesar 5 triliun rupiah. Bandara Pulau Lembeh  diproyeksikan akan melayani penerbangan internasional sebagai pintu gerbang Indonesia bagian utara," jelasnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda Kementerian Perhubungan M. Sugihartiman mengatakan tujuan diskusi kelompok terarah ini membangun komitmen bersama antarpemangku kepentingan terkait.

"Jadi baik regulator, operator, ataupun user harus membangun bersinergi agar dapat terwujud optimalisasi penyusunan grand design transportasi Pulau Lembeh," katanya.

Baca juga: Jumlah turis China naik, Sulut beri beasiswa belajar Bahasa Mandarin

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkominfo ingatkan masyarakat tak sulut hoaks, jelang putusan MK

Komentar