Produksi dan kualitas jagung Indonesia tidak kalah bersaing

Produksi dan kualitas jagung Indonesia tidak kalah bersaing

Produksi jagung Indonesia dianggap masih layak sekaligus mencukupi ketersediannya untuk menutupi kebutuhan nasional bahkan mampu bersaing di pasar regional. Dokumentasi Kementerian Pertanian

Indonesia sudah bisa ekspor (jagung) ke ASEAN, seperti pernah ke Filipina dan Malaysia.
Jakarta (ANTARA) - Produksi jagung Indonesia dianggap masih layak sekaligus mencukupi kebutuhan nasional bahkan mampu bersaing di pasar regional sehingga janggal jika komoditas itu dikategorikan  kalah saing dengan impor.

"Indonesia sudah bisa ekspor (jagung) ke ASEAN, seperti pernah ke Filipina dan Malaysia. Produksi jagung juga dipacu agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Ketua Umum Dewan Jagung Nasional (DJN) Fadel Muhammad dalam siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Fadel mengungkapkan, terkait produktivitas jagung, Indonesia sebenarnya tidak perlu merasa khawatir katena ada sekitar 22 daerah yang digolongkan sentra jagung  di Tanah Air.

"Seperti  di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat," ujar Fadel.

Menurut Fadel, produksi jagung yang cukup di Indonesia juga menyangkut kehidupan dan kepentingan ketahanan pangan nasional termasuk mendukung kemajuan subsektor peternakan.

Baca juga: NTT dinilai berpotensi jadi lumbung jagung di Indonesia

Fadel mencontohkan, dapat saja menjadi awal pengembangan subsektor industri unggas di wilayah sentra jagung, sehingga tidak lagi mengandalkan jagung impor sebagai pakan ternak.

Lainnya, dengan mendorong produktivitas jagung nasional akan menyentuh kesejahteraan taraf hidup petani. Mengandalkan jagung impor untuk domestik bakal membuat ekonomi dan pendapatan petani lokal menurun.

"Impor jagung juga memalukan produksi dalam negeri. Jagung Indonesia itu punya banyak varietas unggulan. Wilayah penghasilnya juga banyak," ucap Fadel.

Mengenai jagung, Presiden Jokowi pernah mengungkapkan bahwa tahun 2018 Indonesia sudah mampu ekspor sebanyak 380 ribu ton. Kemudian, selama 2014-2018, Indonesia juga sudah mampu menekan impor jagung sebesar 3,3 juta ton.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional tahun 2014 adalah 19,0 juta ton. Produksi jagung meningkat tahun 2015 menjadi 19,6 juta ton.

Tren kenaikan produksi jagung terus berlanjut tahun 2016 menjadi 23,6 juta ton. Lalu tahun 2017 produksi jagung mencapai 28,9 juta ton.

Produksi jagung Indonesia tahun 2018 kembali melonjak hingga mencapai 30 juta ton. Sementara itu kebutuhan pasokan jagung untuk pakan ternak dan industri saat ini di Indonesia mencapai 7,8 – 11,1 juta ton.

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kekeringan tak pengaruhi produktivitas petani NTB

Komentar