counter

SMN Babel tampilkan tiga tarian khas Sulawesi Tenggara

SMN Babel tampilkan tiga tarian khas Sulawesi Tenggara

Sebanyak 23 peserta SMN asal Provinsi Bangka Belitung, sedang menari trian Linda merupakan trian khas Suku Muna. Selain menarikan tarian Linda, peserta SMN juga menarikan tari khas Suku Moronene, Tari dan Tari Molulo yang merupakan tarian khas Suku Tolaki. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Sebanyak 23 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Bangka Belitung menampilkan tiga tarian khas di Sulawesi Tenggara  pada acara penutupan SMN di Sultra, Sabtu (24/8/19), di salah satu hotel di Kendari.

Ketiga tarian yang ditampilkan oleh peserta SMN asal Babel itu diantaranya, pertama Tari Lumense yang merupakan tarian khas Suku Moronene yang berasal dari Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, Tari Linda yang merupakan tarian tradisional khas Suku Muna, di Kabupaten Muna sulawesi Tenggara. Tari ini merupakan simbolik dari penobatan wanita remaja menjadi dewasa.

Selain itu Tari Lulo atau tarian Molulo. Tari Molulo atau Tari Lulo adalah salah satu tarian tradisional khas Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara dan dilakukan secara masal dan bisa dilakukan oleh semua kalangan baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Tari ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti pernikahan adat, panen raya, dan berbagai perayaan adat lainnya.

​​​​​​
Peserta SMN asal Sulawesi Tenggara, udah menampilkan tarian Sepen. Tari Sepen merupakan tarian tradisional masyarakat Kepulauan Belitung yang di dalamnya terdapat unsur gerakan pencak silat. (ANTARA/Harianto)

Sementara, peserta SMN asal Sulawesi Tenggara menampilkan tarian khas di Provinsi Bangka Belitung yaitu Tari Sepen. Tari Sepen merupakan tarian tradisional masyarakat Kepulauan Belitung yang di dalamnya terdapat unsur gerakan pencak silat.

Tarian ini merupakan tari tradisional dari daerah Bangka Belitung yang sangat kental akan budaya melayu, baik dari segi kostum, pengiring dan beberapa gerakan di dalamnya. Tari Sepen ini biasanya ditampilkan sebagai tarian selamat datang pada acara penyambutan tamu besar yang datang kesana.

Berdasarkan pantauan,  para peserta SMN baik dari Privinsi Bangka Belirung maupun peserta SMN asal Provinsi Sukawesi Tenggara, terlihat sangat lincah memainkan tarian yang ditampilkan tersebut.
Peserta SMN asal Bangka Belitung dan Sulawesi Tenggara, bersama perwakilan Wali Kota Kendari, guru pendamping, perwakilan Dinas Pendidikan Babel dan Sultra, serta pihak BUMN diantaranya PT Antam, PT Timah, LKBN ANTARA, PT Asuransi Jasindo, PT Indofarma, Surveyor Indonesia. (ANTARA/Harianto)


Penampilan para peserta SMN dari kedua provinsi tersebut berhasil mencuri perhatian para tamu undangan, baik dari pihak Dikbud Sultra, Perwakilan Wali Kota Kendari, Danlanud Haluoleo, serta BUMN yang menjadi penyelenggara, yakni PT Antam, PT Timah, LKBN ANTARA, PT Jasindo, PT Indofarma dan Surveyor Indonesia.

Sementara, VP CSR PT Antam, Resna Handayani berharap para peserta SMN dapat menularkan rogram SMN kepada adik-adik kelasnya ditempat masing-masing agr terus bersemangat meraih cita-cita

"Semoga BUMN melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri, dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berbudaya, cerdas, bermartabat sehingga mampu mewujudkan SDM unggul demi Indonesia maju," kata Resna Handayani saat memberikan sambutan.

Baca juga: SMN Babel nikmati makanan khas Sultra
Baca juga: Peserta SMN Bangka Belitung kunjungi dua SLTA di Kendari
Baca juga: Peserta SMN Babel bongkar pasang senjata di Lanud Haluoleo

 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar