counter

Perusahaan benih di Belanda bantu petani kembangkan bawang merah

Perusahaan benih di Belanda bantu petani kembangkan bawang merah

Panen dan sekaligus penanaman bawang merah dari biji produk Bejo Indonesia di Marelan, Medan Sumut. (Antara Sumut/Istimewa)

Musuh bawang merah yang dikembangkan dari biji adalah hujan.
Medan (ANTARA) - Perusahaan benih yang berbasis di Belanda, Bejo Indonesia membuka demplot penanaman bawang merah dari biji di lahan seluas 800 meter milik Kelompok Tani Karya Maju di Kecamatan Marelan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), untuk mendukung swasembada bawang Indonesia.

"Setelah di Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa, manajemen mengembangkan pengenalan teknologi yang dikenal dengan True Shallot Seed (TSS) ke Pulau Sumatera seperti Sumut, " ujar Country Manager Bejo di Indonesia, Agung Pratama
di Medan, Minggu.

Dia mengatakan itu usai acara pembukaan Bawang Biji Maserati sekaligus panen bawang merah dari umbi, di Kecamatan Medan Merelan, Kota Medan sejak Sabtu.

Kecamatan Marelan di Medan dipilih sebagai lokasi pengembangan karena melihat daerah itu cocok untuk penanaman bawang khususnya dari biji.

Bawang cocok dikembangkan di Marelan yang struktur tanahnya yang cenderung berpasir dan liat.

Bawang merah biji varietas Maserati F1 merupakan varietas yang menghasilkan umbi besar, warna merah yang bagus dan cukup pedas sehingga cocok menjadi alternatif bagi petani bawang yang ingin mencoba menanam bawang dari biji.

Dia berharap mendapat dukungan dari para anggota kelompok tani, petugas PPL, dan Dinas Pertanian agar teknologi itu dapat dikembangkan sebagai alternatif petani untuk penanaman bawang yang selama ini terbiasa menanam dari umbi.

Agung menegaskan penanaman dari biji sangat fleksibel dan cocok dikembangkan di kawasan dataran rendah dan panas.

"Musuh bawang merah yang dikembangkan dari biji adalah hujan.Tanaman rentan kena serangan penyakit kalau kena hujan sehingga Marelan sangat cocok untuk pengembangan bawang dari biji, " katanya.

Ketua Kelompok Tani Karya Maju, Sarimin, mengatakan petani senang diperkenalkan dan dipercaya menerapkan teknologi penanaman bawang dari biji itu.

"Petani memang berkeinginan menghasilkan bawang merah yang lebih banyak dan berkualitas. Harapannya Maserati F1 benar - benar menjadi benih yang bisa menjawab keinginan petani," katanya.

Oleh karena itu, katanya, petani setuju seluas 800 meter milik Kelompok Tani Karya Maju di Kecamatan  Marelan menjadi demplot untuk penanaman bawang merah dari biji.

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bawang merah dan cabai jadi penyumbang inflasi di Padang

Komentar