counter

Seungri dan mantan bos YG Entertainment akan dipanggil polisi

Seungri dan mantan bos YG Entertainment akan dipanggil polisi

Penyanyi K-pop anggota grup Bigbang, Seungri, tiba untuk menjalani pemeriksaan atas skandal pelecehan seksual di kantor polisi Seoul, Korsel, Kamis (14/3/2019). (ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/pras)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Korea Selatan, Minggu, berencana memanggil Seungri, mantan anggota grup K-pop ternama BIGBANG, dan mantan bos label musik YG Entertainment atas tuduhan kasus perjudian di luar negeri.

Dilansir Yonhap, bulan ini Seungri dan Yang Hyun-suk, mantan CEO YG Entertainment, dicekal polisi karena melakukan perjudian saat berada di luar negeri dan melanggar undang-undang transaksi valuta asing untuk mengamankan uang hasil judi mereka.

Jaringan JTBS sebelumnya melaporkan bahwa Yang dan Seungri rutin berjudi di kasino hotel di Las Vegas dan bertaruh jutaan dolar.

Baca juga: Pengadilan Korea Selatan tolak surat penangkapan Seungri

Baca juga: Park Yoo-chun JYJ diselidiki terkait dugaan penyalahgunaan narkoba


Polisi mengatakan keduanya akan diinterogasi secara terpisah pekan ini. Jadwal penyelidikan belum diungkapkan.

Sebelumnya polisi menggeledah markas YG Entertainment pada 17 Agustus untuk menyelidiki apakah Yang melakukan penggelapan dana perusahaan untuk membiayai perjudian.

Yang Hyun-suk, mantan anggota grup Seo Taiji and Boys, mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO YG pada Juni di saat para artis yang bernaung di bawahnya terjerat kasus narkoba.

Yang kemudian dituduh menyediakan layanan seks untuk investor asing di sebuah restoran kelas atas di Seoul pada 2014.

Maret lalu, Seungri yang terjerat kasus skandal seks, dikeluarkan dari BIGBANG di tengah penyelidikan lanjutan tentang tuduhan penggelapan dan muncikari.

Baca juga: Polisi cekal mantan bos YG Entertainment dan Seungri

Baca juga: Polisi geledah kantor YG Entertainment terkait kasus judi mantan CEO

Baca juga: Dugaan CEO YG fasilitasi jasa prostitusi hingga aksi boikot musik YG

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar