counter

Pemerintah bidik universitas ternama dunia berkolaborasi di Indonesia

Pemerintah bidik universitas ternama dunia berkolaborasi di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. ANTARA/Bayu Prasetyo/aa

Salah satu tantangan saat ini adalah di level universitas. Beberapa top universitas di Indonesia belum ada yang masuk dalam jajaran 300 besar dunia. Kami harapkan, beberapa univeritas unggulan di luar negeri mempunyai counterpart dengan beberapa univ
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah membidik universitas ternama di dunia untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam kesiapan menyongsong era revolusi industri 4.0.

“Salah satu tantangan saat ini adalah di level universitas. Beberapa top universitas di Indonesia belum ada yang masuk dalam jajaran 300 besar dunia. Kami harapkan, beberapa univeritas unggulan di luar negeri mempunyai counterpart dengan beberapa universitas di Tanah Air,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dengan demikan, lanjut Airlangga, mereka bisa menjadi top 100, setidaknya di level regional.

Menperin mencontohkan, The University of Melbourne misalnya, bisa menjadi rekanan bagi universitas-universitas di Indonesia.

“Melbourne University sekarang ada di peringkat ke-33 dunia, diharapkan dapat mendorong pengembangan kapasitas bagi sejumlah universitas yang ada di Indonesia,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Airlangga ketika memberikan sambutan pada rangkaian acara yang diselenggarakan The University of Melbourne di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Setelah gencar membangun infrastruktur secara masif, program prioritas Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) selanjutnya adalah menaruh perhatian besar pada pengembangan kualitas SDM,” katanya.

Langkah itu guna mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia, terutama pada masa puncaknya di periode 2020 hingga 2024.

“Jika kita bisa lebih fokus untuk mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru, maka pemerintah meyakini bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan perlu terus didorong untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan dari beragam aspek.

“Kita butuh SDM yang terampil dan mampu menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan,” imbuhnya.

Airlangga pun menyampaikan, guna menghasilkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi terkini, dibutuhkan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Hal ini bisa diwujudkan, salah satunya melalui hasil kolaborasi antara akademisi Indonesia dengan akademisi top dunia.

“Dengan demikian, nantinya diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar Indonesia untuk ikut bekolaborasi dalam menimba ilmu di luar negeri, serta memberi izin universitas atau politeknik dari luar negeri untuk beroperasi di kawasan ekonomi khusus. Ini yang akan kami rencanakan,” katanya.

Baca juga: Pemerintah dorong industri ciptakan inovasi

Baca juga: Presiden serukan strategi baru hadapi disrupsi era Industri 4.0

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp1.162,83 triliun untuk cetak SDM unggul

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden pimpin ratas percepatan Peta Jalan Industri 4.0

Komentar