counter

Liga Italia

N'Koulou menolak bermain karena sedang diincar Roma

N'Koulou menolak bermain karena sedang diincar Roma

Pemain Torino Nicolas N’Koulo. (AFP)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Torino Walter Mazzarri dan Presiden Torino Urbano Cairo memastikan Nicolas N’Koulou menolak bermain melawan Sassuolo karena sedang diincar menjadi pemain Roma.

Bek ini memang luas dikaitkan dengan kepindahan ke Stadio Olimpico pada hari-hari terakhir jendela transfer yang tutup 2 September mendatang.

"Setelah pertandingan Wolverhampton, Kamis, saya duduk bersama tim untuk menunjukkan kepada mereka video mengenai kesalahan bertahan yang kami buat, tetapi N’Koulou bahkan tak mau melihatnya, dengan mengatakan pikirannya tidak sedang berada di tempat yang benar," kata Mazzarri kepada Sky Sport Italia.

"Saya menyemangati dia dan bilang kita bicarakan nanti saja. Saya memanggil lagi dia, tetapi dia menyatakan dia tidak ingin dipanggil. Di luar hormat saya kepada rekan-rekan satu timnya, saya memutuskan untuk tidak memainkan dia malam ini (menghadapi Sassuolo)."

Baca juga: Lazio, Atalanta, Torino menangi laga pekan pembuka

“Presiden Cairo selalu memegang janji-janjinya dan dia berjanji kepada saya bahwa kami akan mempertahankan N’Koulou. Dia sudah menolak pinangan dari klub-klub besar."

"Kami ingin memberikan kesan konsistensi kepada apa yang kami lakukan sampai akhir musim lalu. Saya tahu Roma telah berusaha sangat keras untuk merekrut dia dan kami ingin mempertahankan pemain ini," kata Mazzarri.

"Apakah dia ingin bertahan di Torino? Sebaiknya Anda tanyakan itu kepada dia, yang bisa saya katakan adalah kami sudah menempuh segalanya untuk mempertahankan dia."

Cairo juga berbicara kepada Sky Sport Italia mengenai keadaan ini dan mengaku terhenyak, bingung, dan heran, pada sikap N'Koulou.

Torino sebenarnya berniat menjualnya khususnya akibat perilakunya itu, namun klub ini masih ingin melihat bagaimana situasi berkembang nanti.

Baca juga: Roma tiga kali unggul tapi akhirnya ditahan imbang Genoa 3-3
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar