293,54 hektare lahan di Batanghari terbakar

293,54 hektare lahan di Batanghari terbakar

Tim satgas karhutla Kabupaten Batanghari, Jambi memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Sejak Januari 2019 hingga 26 Agustus 2019 sudah terdapat 124 titik dengan luas lahan yang terbakar mencapai 293,54 hektare lahan. (ANTARA/HO/Ist)

kebakaran hutan dan lahan di Batanghari tersebut meningkat pada bulan Agustus ini
Jambi (ANTARA) - Sejak Januari hingga Agustus 2019 ini sudah  293,54 hektare lahan di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi yang terbakar.

“Kebakaran hutan dan lahan di Batanghari tersebut meningkat pada bulan Agustus ini, sejak awal Agustus hingga saat ini terdapat 104 titik kebakaran hutan dan lahan,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari Samral Lubis di Jambi, Senin.

Lahan yang terbakar tersebut tersebar di delapan kecamatan di daerah itu, dengan jumlah titik api mencapai 124 titik api. Dengan rincian 1 titik api pada Bulan Januari dengan luas lahan yang terbakar seluas 4 ha

Pada Maret satu titik api dengan luas 3 ha dan satu titik api pada bulan Mei dengan luas lahan yang terbakar seluas 4 ha. Pada bulan Juli terdapat 17 titik api dengan luas lahan yang terbakar seluas 17,13 ha.

 Dan meningkat drastis di bulan Agustus dengan jumlah titik api sebanyak 104 titik api dengan luas lahan yang terbakar seluas 265,41 ha.

Dijelaskan Samral, kebakaran hutan dan lahan tersebut disebabkan kelalaian manusia dan juga terdapat unsur kesengajaan. Seperti masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar dan membuang puntung rokok di tumpukan batu bara yang tertumpah di pinggir jalan yang menyulut api dan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Sekitar 99,99 persen disebabkan manusia dan unsur kesengajaan serta kelalaian,” kata Samral Lubis.

Sejumlah besar lokasi terbakar adalah milik masyarakat yang hendak membuka lahan perkebunan. Selain itu, ada sejumlah lahan yang terbakar tersebut juga milik Perseroan Terbatas (PT). Diantaranya PT. Apl, PT, Nanriang. PT.Reki dan PT.IAA.

Saat ini pihak kepolisian tengah memproses hukum dua orang tersangka pembakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.

Samral menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: KLHK segel satu perusahaan perkebunan di Jambi
Baca juga: Kota Jambi liburkan sekolah akibat gangguan asap
Baca juga: Polisi tahan sembilan tersangka kasus Karhutla di Jambi

Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar