counter

Koperasi dinilai harus lakukan perubahan inovasi pada era industri 4.0

Koperasi dinilai harus lakukan perubahan inovasi pada era industri 4.0

Wifi menjadi akses masuk ke jaringan internet pada era revolusi industri 4.0. ANTARA/Dokumentasi en.wikipedia.org

Harus sudah berbasis teknologi
Jakarta (ANTARA) - Koperasi dinilai harus melakukan perubahan besar, yang inovatif dalam rangka menyesuaikan diri dengan era revolusi industri 4.0, sehingga dapat mengembangkan diri dan unggul di tingkat global dibandingkan unit usaha lainnya.

Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, mengharapkan pada zaman ekonomi digital seperti sekarang ini, koperasi harus bisa dikelola secara modern.

Untuk itu, ujar dia, koperasi harus mampu melakukan perubahan, revolusi, dan transformasi menjadi organisasi yang efisien, profesional, dan fokus membangun bisnisnya.

"Koperasi saat ini juga harus memiliki kemampuan menangkap peluang usaha yang ada di masyarakat. Intinya, koperasi harus sudah berbasis teknologi," kata Agung Sudjatmoko.

Ia mengakui, sudah banyak koperasi Indonesia yang menorehkan prestasi dan sudah unggul di tingkat dunia.

Misalnya, Koperasi Kisel yang sudah masuk jajaran 300 koperasi besar dunia dengan menduduki ranking 94. "Sudah banyak pula koperasi yang memiliki aset dan omzet di atas Rp5 triliun," ucap Agung.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri Pembangunan Agus Hermanto menyatakan, konsep revolusi industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah harus benar-benar disiapkan untuk menghadapi persaingan di era globalisasi.

"Di era global yang memasuki revolusi 4.0 serba digital ini, kita harus siap menghadapi persaingan di tingkat regional dan global," kata Agus Hermanto.

Agus mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar, baik dari jumlah penduduk, luas wilayah maupun SDM yang melimpah.

Untuk itu, ujar dia, pembangunan beragam infrastruktur sosial, yakni kapasitas produktif dan SDM harus semakin ditingkatkan.

"Agar Indonesia mampu bersaing, kita harus percaya pada kekuatan bangsa kita sendiri, dan tetap bersatu untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin ekstra dan berubah sangat cepat," ucap Agus.

Politisi Partai Demokrat itu juga mengingatkan seluruh elemen bangsa Indonesia sangat berperan dalam meningkatkan kerja demi mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu kokohnya NKRI.

Baca juga: Koperasi diharapkan tetap eksis di era revolusi industri 4.0
Baca juga: Presiden serukan strategi baru hadapi disrupsi era Industri 4.0

Baca juga: Industri mainan siap jadi proyek percontohan industri 4.0

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden pimpin ratas percepatan Peta Jalan Industri 4.0

Komentar