counter

IHSG ditutup melemah dipicu sentimen perang dagang

IHSG ditutup melemah dipicu sentimen perang dagang

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/8/2019). ANTARA FOTO/Reno Esnir/pd.

IHSG ditutup melemah 41,09 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.214,51
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah dipicu sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas.

IHSG ditutup melemah 41,09 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.214,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,37 poin atau 0,76 persen menjadi 967,89.

"Pelemahan indeks hari ini sentimen utamanya dari global terkait perang dagang setelah Donald Trump berencana akan menaikkan tarif impor dari China dan menyarankan perusahan Amerika yang berproduksi di China mencari negara alternatif," kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Senin.

Dibuka melemah, IHSG tak bisa beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp904,49 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 416.646 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,04 miliar lembar saham senilai Rp8,92 triliun. Sebanyak 151 saham naik, 252 saham menurun, dan 132 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 449,87 poin (2,17 persen) ke 20.261,04, indeks Hang Seng melemah 499 poin atau 1,91 persen ke 25.680,33, dan indeks Straits Times melemah 43,26 poin (1,39 persen) ke posisi 3.067,09.

Baca juga: IHSG pekan ini diperkirakan rawan terkoreksi
Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 62,37 poin

Baca juga: China : Kami ingin cara 'damai' selesaikan sengketa dagang AS

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar