counter

Dimaz Soesatyo tegaskan lepas dari bayangan sang ayah raih kursi DPRD

Dimaz Soesatyo tegaskan lepas dari bayangan sang ayah raih kursi DPRD

Politisi Golkar Dimaz Raditya Nazar Soesatyo menjawab pertanyaan wartawan usai dilantik menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019). (Antara/Ricky Prayoga)

saya di sini juga gak disuruh beliau, gak dipaksa beliau
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dimaz Raditya Nazar Soesatyo menegaskan dirinya lepas dari bayangan sang ayah, Bambang Soesatyo, untuk meraih kursi dewan di Kebon Sirih (DPRD DKI Jakarta).

Ditemui usai acara pelantikan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, Dimaz mengaku dirinya maju sebagai calon legislatif dalam pemilu serentak 2019 mewakili Golkar di Dapil DKI Jakarta 2, yang meliputi Kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading, atas keinginan sendiri.

"Ayah saya selalu membebaskan saya bekerja apa pun, saya di sini juga gak disuruh beliau, gak dipaksa beliau. Saya cuma melihat sosok beliau sebagai motivator saja, kalau ada yang bingung pasti saya tanya ke beliau," kata Dimaz.

Dimaz menyebut sejauh ini dirinya mengacuhkan orang-orang yang melihat dirinya yang merupakan putra dari Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, karena dirinya meraih kursi dewan lewat usahanya sendiri.

"Itu saya cuekin aja, karena saya di sini dengan kaki saya sendiri. Ketika kampanye kemarin, mau saya teriak-teriak anak siapa juga kalau memang masyarakat gak pilih, ya gak bakal jadi. Saya bekerja semaksimal mungkin di sini, saya kerja dari hati. Insya Allah rakyat yang pilih juga gak akan kecewa," ujarnya.

Baca juga: Jadi anggota DPRD DKI, putra Bamsoet ingin akses permodalan mudah

Kendati demikian, Dimaz mengatakan dirinya tetap mendapatkan bekal dari sang ayah. Terutama yang paling penting adalah pengalaman beliau sebagai politisi yang sudah malang melintang di dunia politik.

"Pengalaman itu mahal. kalau uang dan segala macam sih, bisa cari sendiri. Saya belajar strategi kampanye-kampanye yang bisa memenangkan kita sendiri. Itu modal yang paling kuat dari ayah saya," ucap dia.

Saat ini Dimaz mengaku belum mengetahui akan berada di komisi berapa karena hal itu merupakan keputusan dari partai. Meski begitu ada harapan darinya agar penempatan komisi baginya sesuai dengan latar belakang pendidikannya yakni bidang ekonomi.

"Kalau itu (komisi) sih bagaimana partai ya. tapi kalau background saya kan ekonomi, nah kayaknya di komisi B ya sesuai. Masalah Jakarta banyak, mungkin gak di ekonomi saja tapi saya ingin satu-satu dulu dibereskan," tutur politisi muda Golkar itu.

Dimaz mengaku dirinya menjadi anggota dewan "Kebon Sirih" dengan membawa aspirasi konstituennya yang mempercayakan suaranya pada dia, untuk memperoleh akses permodalan yang lebih mudah.

Dengan adanya akses permodalan yang mudah, Dimaz menilai angka pengangguran di DKI Jakarta bisa berkurang karena secara otomatis akan tercipta banyak lapangan kerja yang tercipta.

Saat ditanyakan mengapa dirinya tidak menjadi anggota dewan di DPR RI, dia mengaku hal itu dilakukan untuk menimba ilmu dan pengalaman.

"Kalau pengen belajar tentang politik, kita harus belajar dari tingkat yang bisa langsung menyentuh masyarakat," katanya menambahkan.

Dimaz merupakan satu dari 106 anggota DPRD DKI terpilih untuk periode 2019-2024 yang diambil sumpah jabatannya Senin ini di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Bambang Soesatyo akan menikahkan putra kedua

Mereka merupakan hasil pilihan masyarakat pada Pemilu serentak 2019.

Perolehan kursi partai politik pada Pemilu 2019 sebanyak 106 kursi, berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 153/PL.01.9-Kpt/31/Prov/VIII/2019 tertanggal 12 Agustus 2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2019.

Rincian perolehan kursi partai politik di DPRD DKI Jakarta adalah:
1. PDIP: 25 kursi
2. Gerindra: 19 kursi
3. PKS: 16 Kursi
4. Demokrat: 10 Kursi
5. PAN: 9 Kursi
6. PSI: 8 Kursi
7. NasDem: 7 Kursi
8. Golkar: 6 kursi
9. PKB: 5 kursi
10. PPP: 1 kursi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar