counter

BMKG : Sejumlah daerah di Sumatera Barat berpotensi hujan lebat

BMKG : Sejumlah daerah di Sumatera Barat berpotensi hujan lebat

Ilustrasi, hujan lebat. (Antara)

Padang, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman menyatakan saat ini sejumlah daerah di Sumatera Barat berpotensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha di Padang, Selasa, mengatakan potensi hujan lebat tersebut diperkirakan akan terjadi pada tiga hari ke depan di beberapa wilayah tertentu pada 27 Agustus hingga 29 Agustus 2019.

Ia juga menyebutkan untuk saat ini potensi hujan lebat terdapat di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Kinali, Agam, Palupuh, Tilatang Kamang, Padang Pariaman, V Koto Kampung Dalam, Koto Timur, Patamuan, Padang Sago, Sungai Sarik, Kota Padang, Kabupaten Solok, Kubung, Gunung Talang dan dapat meluas ke wilayah Pasaman, Bukittinggi, Pesisir Selatan, dan sekitarnya.

Selain itu pada 28 Agustus 2019 potensi hujan sedang sampai lebat terjadi di wilayah Pesisir Selatan, Solok Selatan, dan Kabupaten Solok.

Suhu udara di perkirakan 19 hingga 30 derajat celsius dengan kelembaban udara mencapai 65 sampai 97 persen.

"Arah angin diperkirakan berasal dari Utara sampai Barat Daya dengan kecepatan 04 sampai 14 Kilometer per jam," sambungnya.

Selain itu perkiraan cuaca pada 29 Agustus masih cerah berawan di pagi hari dengan potensi hujan lebat terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Pasaman Barat, Agam, Pasaman, Bukittinggi.

"Dan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terdapat di wilayah Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang panjang, Padang pariaman, Pariaman, Tanah datar, Padang, Kepulauan Mentawai, Solok, dan Kabupaten Solok," ujar dia.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang pada sore hingga malam hari di wilayah Pasaman Barat, Agam, Pasaman, Bukittinggi, dan Pesisir Selatan.

"Selain itu masyarakat mesti waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan cuaca yang menimbulkan jalan licin, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang," kata dia.

Baca juga: Nunukan diprediksi diguyur hujan akibat anomali cuaca di Filipina
Baca juga: BMKG: Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat
Baca juga: BMKG sebut pergerakan angin picu hujan lokal


Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

596 perantau Minang di Wamena pulang kampung

Komentar