Petanque DKI Jakarta targetkan tiga emas di kualifikasi PON

Petanque DKI Jakarta targetkan tiga emas di kualifikasi PON

Salah seorang atlet petanque asal Provinsi Maluku Utara mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Gelanggang Olahraga Cendrawasih, Jakarta Barat, Selasa (27/8/2019). ANTARAs/Roy Rosa Bachtiar/am.

Jakarta (ANTARA) - Tim petanque tuan rumah menargetkan tiga medali emas dalam kejuaraan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2019, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Cendrawasih, Jakarta Barat, pada 26-31 Agustus.

"Sesuai arahan kepala pelatih, target kami tiga emas. Tapi saya yakin masing-masing atlet punya target sendiri di nomornya," tutur atlet petanque DKI Jakarta Muhammad Ali Talha di GOR Cendrawasih Jakarta Barat, Selasa.

Meski tim provinsi DKI Jakarta ditargetkan menyabet tiga medali emas dan bisa menduduki peringkat tujuh besar sebagai syarat keikutsertaan di PON 2020, Ali mengaku punya target pribadi dalam agenda ini.

Ali yang turun di nomor triple putra dan triple mix (dua putra, satu putri) punya target meraih dua medali emas dari nomor yang ia ikuti tersebut.

"Target saya ya itu. Apalagi triple mix ini jadi salah satu nomor unggulan dari DKI," katanya menambahkan.

Tim DKI Jakarta sudah melakukan pembinaan sejak bulan September tahun 2018 dan pemusatan latihan juga sudah berjalan selama 40 hari di wisma atlet GOR Cendrawasih.

Untuk agenda ini, DKI Jakarta akan mewaspadai tim dari Jambi dan Jawa Barat untuk nomor triple putra, kata Ali menambahkan.

Babak kualifikasi PON XX ini diikuti 273 atlet petanque dari 25 pengurus provinsi, dengan dua provinsi lainnya yang absen dalam kejuaraan seleksi ini.

Secara rinci, jumlah peserta yang ikut ialah 147 atlet putra, 126 atlet putri, 56 manajer, dan 26 pelatih.

Selain berkompetisi untuk menduduki tujuh peringkat terbaik, para peserta juga akan memperebutkan masing-masing 11 medali emas dan perak, serta 22 medali perunggu.

Dua provinsi yang absen, yaitu Papua, karena menyandang status "wildcard" tuan rumah, serta Nusa Tenggara Timur yang memutuskan tidak ikut serta di PON 2020.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar