Pakar: Harus bisa dipercaya, kunci memasarkan bisnis media

Pakar: Harus bisa dipercaya, kunci memasarkan bisnis media

Pakar marketing Tung Desem Waringin saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Selasa (27/8/2019). ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - Pakar marketing Tung Desem Waringin menilai kiat memasarkan bisnis media di era industri 4.0 saat ini salah satunya adalah media harus bisa dipercaya oleh pembaca berita dan klien.

"Media anda harus bisa dipercaya, no trust no business, di mana media itu harus menonjolkan kenapa banyak orang membaca dan mengambil berita dari media anda," ujar Tung Desem Waringin saat diwawancarai oleh ANTARA di Jakarta, Selasa malam.

Di sela-sela Rapat Kerja Nasional Perum LKBN ANTARA, Tung Desem Waringin menjelaskan bahwa media massa saat ini harus bisa menjual dan menawarkan diri mereka sebagai media yang bisa dipercaya oleh publik, dengan menunjukkan keberhasilan yang pernah dicapai media tersebut serta penawaran-penawaran yang membuat klien dan pembaca pada akhirnya menganggap media tersebut bisa dipercaya.

Beberapa cara untuk menunjukkan sebuah media bisa dipercaya bisa melalui pemberian jaminan uang kembali kepada klien jika target publikasi tidak tercapai, tidak ada hoaks dalam berita yang dimuat, bertindak sebagai penyaring terpercaya untuk berita-berita internasional yang masuk ke Indonesia, dan sebagainya.

"Kalau sebuah media belum hits atau laris, mungkin artinya media tersebut belum menonjolkan bahwa media itu belum bisa dipercaya," katanya.

Selain harus bisa dipercaya, pakar marketing itu menyampaikan kiat-kiat lainnya untuk bisa sukses memasarkan bisnis media antara lain penawaran yang menarik, cara penyampaian yang tepat, menyasar target dan segmentasi yang tepat, dan lain-lain.

Baca juga: Praktisi: Tidak ada media sekuat LKBN ANTARA

Sebelumnya Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat mengatakan bahwa kualitas informasi yang tersaji di sosial media itu tidak sepenuhnya dapat dipercaya kebenarannya.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Dimas itu menyampaikan LKBN ANTARA saat ini terus bertransformasi menghadapi tantangan perkembangan sosial media dengan tetap berpegang teguh pada prinsip kredibilitas serta integritas jurnalisme yang kuat.

Sedangkan mantan praktisi media Putra Nababan mengatakan LKBN ANTARA sebagai Kantor Berita Indonesia merupakan media yang paling relevan sebagai referensi penangkal informasi hoaks.

Saat ini di tengah banyaknya informasi, masyarakat ingin mencari kebenaran ada di mana. Untuk itu, yang perlu dipertajam adalah berita-berita investigasi. ANTARA juga relevan dan bisa masuk dalam program penangkal hoaks.

Baca juga: Rudiantara ingin ANTARA integrasikan seluruh "newsroom" kementerian
Baca juga: Putra Nababan: ANTARA relevan sebagai media referensi penangkal hoaks
Baca juga: Dirut ANTARA: perpaduan media tradisional dan baru tak terhindarkan

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luna Maya & Christian dalami karakter tahun 80-an di “Rumah Kentang’’

Komentar