Yonzipur 8/SMG berbaur dengan masyarakat dengan bakar batu di Papua

Yonzipur 8/SMG berbaur dengan masyarakat dengan bakar batu di Papua

Suasana disela acara "bakar batu" yang merupakan tradisi di Papua, anggota Yonzipur 8/SMG dan warga setempat berbaur untuk mempermudah pembangunan infrastruktur di wilayah Papua. ANTARA/HO-Pendam XIV/HSN/aa.

Makassar (ANTARA) - Pasca demonstrasi dan kerusuhan di sebagian besar wilayah Papua, Prajurit Yonzipur 8/SMG Kodam XIV/Hsn yang sedang bertugas melaksanakan pembangunan infrastruktur jembatan di Nduga-Papua berhasil membaur dan mengambil hati warga.

Hal itu dikemukakan Kapendam XIV/Hasanuddin Kol Inf Maskun dalam keterangan persnya di Makassar, Rabu.

Disebutkan, salah satu upaya itu berbaur dengan masyarakat setempat dengan menggelar acara Bakar Batu dengan masyarakat Mbua-Papua, pada Minggu (25/8).

Acara yang diselenggarakan dalam rangka syukuran dan doa bersama tersebut dimaksudkan untuk kelancaran pembangunan Jembatan Girder di Kali Silan yang menghubungkan jalan poros Habema - Mugi.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Kampung Silan, Kobi Pokniangge dan Kepala Suku Yapianes Winjangge beserta masyarakatnya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada anggota Satgas Yon Zipur 8 /SMG yang sangat menghargai budaya lokal masyarakat Papua. Termasuk menyampaikan kesiapannya untuk mendukung kelancaran pembangunan jembatan.

"Saya dan anggota kampung sini siap mendukung bapak-bapak Zipur, bapak-bapak tentara semua, kita sama-sama bangun jembatan, jembatan saya pakai anak-anak pakai, dong juga pakai. Ini jembatan buat kita orang Papua semua" ucap Kobi.

Pada kesempatan itu pula, Pendeta Kp Silan, Yodas Tabuni mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran Prajurit Yonzipur 8/SMG serta kedekatan dengan warga yang ditunjukkan selama ini.

"Kami disini sangat senang dan sangat terbantu dengan adanya jembatan ini, nantinya kami tidak perlu turun ke sungai untuk pergi ke kampung sebelah dan anak-anak pun bisa sekolah tanpa basah-basah lagi," tutur Yodas.

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar